Memahami Jenis-Jenis Kabel Fiber Optik
Kabel fiber optik hadir dalam berbagai jenis karena kebutuhan jaringan yang beragam. Mulai dari jaringan jarak jauh antar kota, backbone ISP, hingga jaringan pendek di dalam gedung dan data center. Memahami jenis-jenis kabel ini akan membantu kita memilih kabel yang paling tepat untuk suatu proyek.
Tiga kategori yang paling sering digunakan untuk membedakan kabel fiber optik adalah:
- Jenis mode transmisinya.
- Konstruksi atau desain fisik kabel.
- Lingkungan pemasangan: indoor, outdoor, atau kombinasi keduanya.
Setiap jenis memiliki karakteristik dan peruntukan khusus. Jika salah pilih, jaringan bisa tidak stabil, sulit dipelihara, bahkan boros biaya.
A. Berdasarkan Mode Transmisi
Single-mode memiliki inti (core) yang sangat kecil, sekitar 8–10 µm. Ukuran core yang kecil ini membuat hanya ada satu jalur cahaya utama yang merambat di dalam serat. Hasilnya, sinyal dapat melaju dengan distorsi yang sangat rendah dan mampu menjangkau jarak yang jauh.
- Cocok untuk jarak jauh, sampai puluhan atau ratusan kilometer.
- Umumnya digunakan sebagai backbone ISP, jaringan antar kota, atau antar gedung besar.
- Biasanya memakai panjang gelombang 1310 nm atau 1550 nm.
Multi-mode memiliki core yang lebih besar, sekitar 50–62,5 µm. Ukuran ini memungkinkan banyak jalur cahaya (banyak mode) merambat secara bersamaan. Jarak transmisinya lebih pendek karena efek dispersi yang lebih besar, namun biaya perangkatnya biasanya lebih murah.
- Cocok untuk jarak pendek, misalnya antar ruangan atau antar rak di data center.
- Sering digunakan di jaringan LAN dan instalasi dalam gedung.
- Memiliki beberapa standar seperti OM2, OM3, OM4, dan seterusnya.
B. Berdasarkan Konstruksi Kabel
Selain mode transmisinya, desain fisik kabel juga sangat berpengaruh terhadap lokasi pemasangan dan daya tahannya. Berikut beberapa konstruksi kabel fiber optik yang umum digunakan:
Pada kabel tipe tight-buffered, setiap serat dilapisi dengan buffer yang melekat erat. Kabel ini cenderung lebih fleksibel dan mudah diterminasi sehingga cocok untuk penggunaan indoor, seperti distribusi ke ruangan, panel, atau patch cord.
Serat optik ditempatkan di dalam tabung longgar yang biasanya diisi gel atau bahan penghalang air. Desain ini dibuat agar serat terlindungi dari tekanan, perubahan suhu, dan kelembapan. Umumnya digunakan untuk instalasi outdoor jarak jauh.
Kabel ini memiliki lapisan pelindung logam (armor) di bagian luar. Fungsinya untuk melindungi serat dari gigitan tikus, tekanan tanah, dan gangguan mekanik lainnya. Sangat cocok untuk pemasangan di area yang berisiko, misalnya ditanam dalam tanah atau melewati jalur yang ekstrem.
Pada ribbon cable, serat-serat disusun sejajar seperti pita sehingga memudahkan proses splicing massal. Sementara distribution/breakout cable mengelompokkan beberapa serat ke dalam satu jaket luar untuk distribusi ke banyak titik di dalam gedung.
C. Berdasarkan Lingkungan Penggunaan
Kabel yang didesain untuk pemasangan di dalam ruangan. Biasanya lebih fleksibel, berdiameter kecil, dan mudah ditata di dalam rak atau duct. Bahan jaketnya disesuaikan dengan standar keselamatan (misalnya LSZH – Low Smoke Zero Halogen).
Kabel khusus untuk luar ruangan, dengan lapisan pelindung tambahan terhadap sinar UV, air, dan suhu ekstrem. Tersedia varian aerial (digantung di tiang) dan buried (ditanam dalam tanah).
Kombinasi yang dapat dipasang dari luar hingga masuk ke dalam gedung tanpa harus mengganti jenis kabel. Tipe ini memudahkan instalasi dan mengurangi jumlah sambungan (splice).
- Artikel vendor dan integrator jaringan tentang jenis dan tipe kabel fiber optik.
- Materi pengenalan fiber optik dasar (single-mode dan multi-mode) dari situs pendidikan dan pelatihan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar