Memahami Konsep Wildcard Mask pada Jaringan Komputer
Di dunia jaringan komputer, terutama ketika berhadapan dengan router dan Access Control List (ACL), kita sering menjumpai istilah wildcard mask. Sekilas, istilah ini mirip dengan subnet mask, namun sebenarnya keduanya memiliki fungsi dan cara kerja yang berbeda. Pada artikel ini kita akan membahas secara runtut apa itu wildcard mask, bagaimana prinsip kerjanya, dan bagaimana penerapannya dalam konfigurasi jaringan sehari-hari.
Apa Itu Wildcard Mask?
Wildcard mask adalah deretan 32-bit yang digunakan untuk menentukan bagian mana dari alamat IP yang harus dicocokkan dan bagian mana yang boleh diabaikan. Wildcard mask banyak digunakan pada perangkat Cisco, terutama dalam konfigurasi ACL dan beberapa protokol routing seperti OSPF (Open Shortest Path First).
Perbedaan dengan Subnet Mask
Pada subnet mask, logika yang digunakan adalah 1 = network, 0 = host. Sedangkan pada wildcard mask, logika tersebut dibalik menjadi 0 = dicek, 1 = diabaikan. Kebalikan logika inilah yang membuat wildcard mask berbeda dengan subnet mask meskipun sama-sama terdiri dari 32 bit.
Perbandingan singkat:
- Subnet Mask: 255.255.255.0 (11111111.11111111.11111111.00000000)
- Wildcard Mask: 0.0.0.255 (00000000.00000000.00000000.11111111)
Cara Kerja Wildcard Mask
Secara sederhana, wildcard mask bekerja dengan aturan berikut:
- Bit 0 = bit pada alamat IP harus sama persis (wajib dicek)
- Bit 1 = bit pada alamat IP boleh nilai apa saja (diabaikan)
Ketika router membaca wildcard mask, setiap bit pada alamat IP akan dibandingkan. Jika pada wildcard mask bit-nya 0, maka bit pada IP address harus cocok. Jika bit pada wildcard mask adalah 1, maka bit tersebut tidak diperhatikan dan bisa bernilai apa saja.
Contoh Sederhana
Misalkan kita punya:
- IP Address: 192.168.1.10
- Wildcard Mask: 0.0.0.255
Artinya:
- Oktet pertama (192) harus sama dengan 192
- Oktet kedua (168) harus sama dengan 168
- Oktet ketiga (1) harus sama dengan 1
- Oktet keempat boleh berisi nilai berapa saja (0–255)
Jadi wildcard mask ini akan mencakup semua alamat IP dari 192.168.1.0 hingga 192.168.1.255.
Cara Menghitung Wildcard Mask
Mengubah subnet mask menjadi wildcard mask sangat mudah: cukup kurangi setiap oktet subnet mask dari 255.
Rumus:
Wildcard Mask = 255.255.255.255 - Subnet Mask
Contoh Konversi
Contoh 1:
- Subnet Mask: 255.255.255.0
- Wildcard Mask: 0.0.0.255
- 255 - 255 = 0
- 255 - 255 = 0
- 255 - 255 = 0
- 255 - 0 = 255
Contoh 2:
- Subnet Mask: 255.255.240.0
- Wildcard Mask: 0.0.15.255
- 255 - 255 = 0
- 255 - 255 = 0
- 255 - 240 = 15
- 255 - 0 = 255
Contoh 3:
- Subnet Mask: 255.255.255.252
- Wildcard Mask: 0.0.0.3
- 255 - 255 = 0
- 255 - 255 = 0
- 255 - 255 = 0
- 255 - 252 = 3
Tabel Referensi Wildcard Mask
| Subnet Mask | Wildcard Mask | Jumlah Host | CIDR |
|---|---|---|---|
| 255.255.255.255 | 0.0.0.0 | 1 | /32 |
| 255.255.255.252 | 0.0.0.3 | 4 | /30 |
| 255.255.255.248 | 0.0.0.7 | 8 | /29 |
| 255.255.255.240 | 0.0.0.15 | 16 | /28 |
| 255.255.255.224 | 0.0.0.31 | 32 | /27 |
| 255.255.255.192 | 0.0.0.63 | 64 | /26 |
| 255.255.255.128 | 0.0.0.127 | 128 | /25 |
| 255.255.255.0 | 0.0.0.255 | 256 | /24 |
| 255.255.254.0 | 0.0.1.255 | 512 | /23 |
| 255.255.252.0 | 0.0.3.255 | 1024 | /22 |
| 255.255.0.0 | 0.0.255.255 | 65536 | /16 |
| 255.0.0.0 | 0.255.255.255 | 16777216 | /8 |
Penggunaan Wildcard Mask dalam Konfigurasi
1. Access Control List (ACL)
Wildcard mask paling sering dijumpai saat kita menyusun ACL pada router Cisco. Nilai wildcard mask menentukan jaringan atau host mana yang diizinkan maupun yang ditolak.
Contoh konfigurasi ACL:
access-list 10 permit 192.168.1.0 0.0.0.255
Perintah di atas mengizinkan semua traffic dari jaringan 192.168.1.0/24.
access-list 20 deny 10.0.0.0 0.255.255.255
Perintah ini memblokir semua traffic yang berasal dari network 10.0.0.0/8.
2. OSPF Routing Protocol
Pada konfigurasi OSPF, wildcard mask digunakan untuk menentukan interface atau jaringan mana yang akan ikut dalam proses OSPF.
Contoh konfigurasi OSPF:
router ospf 1 network 192.168.1.0 0.0.0.255 area 0 network 10.10.10.0 0.0.0.3 area 1
3. EIGRP Routing Protocol
Protokol routing EIGRP juga menggunakan wildcard mask untuk menentukan jaringan yang akan diiklankan kepada tetangga (neighbor).
Contoh konfigurasi EIGRP:
router eigrp 100 network 192.168.0.0 0.0.255.255 network 172.16.0.0 0.0.15.255
Wildcard Mask Khusus
Host Tunggal (0.0.0.0)
Wildcard mask 0.0.0.0 digunakan untuk menunjuk satu host saja. Semua bit harus sama dengan IP yang ditentukan.
access-list 10 permit 192.168.1.100 0.0.0.0
Konfigurasi tersebut bisa disingkat menggunakan keyword host:
access-list 10 permit host 192.168.1.100
Semua Host (255.255.255.255)
Wildcard mask 255.255.255.255 berarti semua bit diabaikan, sehingga akan mencocokkan semua alamat IP.
access-list 10 permit 0.0.0.0 255.255.255.255
Bisa juga ditulis lebih singkat dengan keyword any:
access-list 10 permit any
Contoh Kasus Praktis
Kasus 1: Memblokir Subnet Tertentu
Misalnya Anda ingin memblokir akses dari network 192.168.10.0/24, namun mengizinkan jaringan lain:
access-list 100 deny ip 192.168.10.0 0.0.0.255 any access-list 100 permit ip any any
Kasus 2: Mengizinkan Range IP Tertentu
Anda hanya ingin mengizinkan IP dari 192.168.1.64 sampai 192.168.1.127 (subnet /26):
access-list 110 permit ip 192.168.1.64 0.0.0.63 any
Kasus 3: Wildcard Mask Tidak Berurutan
Anda ingin mengizinkan semua host dengan oktet terakhir bernilai genap pada network 10.1.1.0:
access-list 120 permit ip 10.1.1.0 0.0.0.254 any
Wildcard mask 0.0.0.254 dalam biner adalah 00000000.00000000.00000000.11111110, sehingga bit terakhir harus 0 (alamat IP genap).
Tips dan Trik Menggunakan Wildcard Mask
- Manfaatkan Keyword – Gunakan
hostuntuk IP tunggal dananyuntuk semua alamat agar konfigurasi lebih mudah dibaca. - Cek dengan Kalkulator – Jika ragu, gunakan wildcard mask calculator online untuk memastikan perhitungan.
- Ingat Rumus Konversi – Selalu ingat: 255 - subnet mask = wildcard mask.
- Bit 0 = Match, Bit 1 = Ignore – Jangan tertukar dengan logika subnet mask.
- Uji ACL – Gunakan perintah
show access-listsataushow ip access-listsuntuk memastikan ACL bekerja sesuai rencana.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Menyamakan dengan Subnet Mask – Jangan langsung menyalin nilai subnet mask sebagai wildcard mask, karena konsepnya berbeda.
- Melupakan Urutan ACL – Router membaca ACL dari baris paling atas. Aturan yang lebih spesifik sebaiknya diletakkan sebelum aturan yang lebih umum.
- Tidak Menambahkan "any" di Akhir – Ingat, ada implicit deny di akhir ACL. Jika ingin mengizinkan traffic lain, tambahkan
permit anybila diperlukan. - Salah Hitung Wildcard – Terutama pada subnet non-standar, pastikan kembali perhitungan setiap oktet.
Kesimpulan
Wildcard mask merupakan bagian penting dalam pengelolaan jaringan, terutama untuk konfigurasi ACL dan protokol routing pada router Cisco. Dengan memahami perbedaannya terhadap subnet mask, cara menghitungnya, dan cara menerapkannya pada berbagai skenario, administrator jaringan dapat mengontrol lalu lintas dengan lebih presisi dan efisien.
Beberapa poin utama yang perlu diingat:
- Prinsip dasar: bit 0 = diperiksa, bit 1 = diabaikan
- Rumus cepat: 255 - subnet mask = wildcard mask
- Perbanyak latihan dengan berbagai contoh konfigurasi
- Selalu lakukan pengujian setelah menerapkan ACL atau routing
Dengan penguasaan wildcard mask yang baik, Anda akan lebih percaya diri saat melakukan konfigurasi maupun troubleshooting jaringan. Selamat mencoba dan semoga penjelasan ini membantu!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar