💻 Praktikum Mikrotik 1
Konfigurasi Dasar MikroTik Menggunakan Winbox
🎯 Tujuan Praktikum
- Memahami cara instalasi dan penggunaan aplikasi Winbox sebagai tools konfigurasi MikroTik.
- Mengetahui fungsi dan pengelolaan interface pada router MikroTik.
- Mampu melakukan konfigurasi IP Address pada jaringan lokal.
- Memahami cara kerja DHCP Client dalam menerima IP Address dari ISP.
- Mampu membuat dan mengkonfigurasi DHCP Server untuk membagikan IP otomatis ke client.
- Mengetahui tanda keberhasilan konfigurasi melalui terbentuknya IP Pool.
🧰 Alat dan Bahan
- Laptop / PC sebagai perangkat konfigurasi
- Router MikroTik
- Kabel LAN (UTP)
- Koneksi ISP (Internet Service Provider)
- Aplikasi Winbox
⚙️ Langkah Kerja Praktikum
1. Mengunduh Aplikasi Winbox
Langkah pertama yaitu mengunduh aplikasi Winbox versi Windows melalui website resmi MikroTik. File Winbox biasanya berbentuk winbox.exe dan dapat dijalankan tanpa instalasi.
2. Mengekstrak File Winbox
Setelah file berhasil diunduh, lakukan ekstraksi jika file masih dalam format ZIP atau RAR.
3. Menjalankan Aplikasi Winbox
Buka file winbox.exe dengan cara klik dua kali. Setelah itu akan muncul tampilan utama Winbox.
4. Menghubungkan Perangkat
- Port Ether1 → Terhubung ke ISP / Modem
- Port Ether2 → Terhubung ke Laptop / PC
Setelah itu, pada tampilan Winbox akan muncul daftar perangkat MikroTik pada menu Neighbors. Klik dua kali perangkat yang terdeteksi.
5. Login ke Router MikroTik
- Username: admin
- Password: kosongkan
Lalu klik Connect.
6. Mengganti Nama Interface Ether1
Masuk ke menu Interfaces, pilih ether1, lalu ubah namanya menjadi:
Kemudian klik Apply dan OK.
7. Mengganti Nama Interface Ether2
Pilih ether2, lalu ubah nama menjadi:
8. Masuk ke DHCP Client
9. Menambahkan DHCP Client
Klik tombol New (+), lalu pilih interface:
10. Memastikan IP dari ISP Masuk
Jika berhasil, maka akan muncul IP dari ISP pada interface ISP TJKT.
11. Menambahkan IP Address Jaringan Lokal
Kolom network akan muncul otomatis menjadi:
- IP .1 sebagai gateway jaringan lokal
- IP .0 sebagai network address
- /24 menunjukkan subnet mask 255.255.255.0
12. Memastikan IP Lokal Berhasil
Setelah disimpan, interface Server akan muncul pada Address List dengan IP yang telah dibuat.
13. Masuk ke DHCP Server
14. Menambahkan DHCP Server Baru
Klik tombol New (+) lalu klik Apply dan OK.
15. Menjalankan DHCP Setup
Klik tombol DHCP Setup, lalu pilih interface:
16. Menyelesaikan DHCP Setup
- Range IP Address
- Gateway
- DNS Server
- Lease Time
17. Mengecek DHCP Server
Jika berhasil, maka akan muncul:
18. Melihat IP Pool
Contoh IP Pool:
📊 Hasil Praktikum
Setelah seluruh langkah dilakukan, router MikroTik berhasil menerima IP dari ISP melalui DHCP Client pada interface ISP TJKT.
Interface Server telah memiliki IP Address sebagai gateway jaringan lokal.
DHCP Server berhasil dibuat dan mampu membagikan IP Address otomatis kepada client. Hal ini dibuktikan dengan munculnya IP Pool dan status DHCP Server aktif.
Dengan demikian, router siap digunakan untuk jaringan lokal maupun akses internet.
✅ Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, konfigurasi dasar MikroTik menggunakan Winbox meliputi pengaturan interface, DHCP Client, IP Address, dan DHCP Server dapat dilakukan dengan baik.
Router berhasil menerima koneksi internet dari ISP dan membagikannya ke jaringan lokal secara otomatis. Praktikum ini memberikan pemahaman dasar tentang manajemen jaringan menggunakan router MikroTik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar