Senin, 13 Juli 2026

Virtualisasi Sistem Operasi

Infrastruktur & Sistem Operasi

Virtualisasi Sistem Operasi

Satu mesin fisik, banyak "mesin" di dalamnya. Catatan ini membahas cara kerja virtualisasi, hypervisor, dan tiga format disk virtual paling umum — lengkap dengan arsip tulisan aslinya di bagian bawah.

Anatomi Tumpukan Virtualisasi — dari atas ke bawah
01 🖥️
Aplikasi & Sistem Operasi Tamu
Guest OS yang berjalan seolah memiliki mesinnya sendiri
02 💽
Format Disk Virtual — VDI · VHD · VMDK
Berkas yang menyimpan isi mesin virtual
03 🧩
Hypervisor
Perangkat lunak pengatur & pembagi sumber daya
04 ⚙️
Perangkat Keras Fisik
CPU, RAM, storage, dan jaringan yang sebenarnya
Penjelasan Tambahan

Apa Sebenarnya Virtualisasi Itu?

Secara teknis, virtualisasi adalah proses membuat representasi perangkat keras, sistem operasi, penyimpanan, atau jaringan dalam bentuk perangkat lunak. Lapisan abstraksi ini memungkinkan satu server fisik dibagi menjadi beberapa "mesin" independen, masing-masing dengan CPU, memori, dan penyimpanan virtualnya sendiri — tanpa mesin-mesin itu saling mengetahui keberadaan satu sama lain.

Kunci dari semua ini adalah hypervisor, lapisan perantara yang menerjemahkan permintaan dari setiap sistem operasi tamu menjadi instruksi nyata ke perangkat keras, sekaligus menjaga agar setiap mesin virtual tetap terisolasi satu sama lain.

Dua Jenis Hypervisor

Tipe 1 — Bare Metal / Native (klik untuk buka)
Diinstal langsung di atas perangkat keras tanpa sistem operasi perantara. Karena tidak ada lapisan tambahan, performanya lebih efisien dan cocok untuk lingkungan server berskala besar yang menuntut kinerja dan keamanan tinggi. Contoh dunia nyata: VMware ESXi, Microsoft Hyper-V (mode server), dan Citrix XenServer.
Tipe 2 — Hosted (klik untuk buka)
Berjalan di atas sistem operasi yang sudah terpasang, seperti aplikasi biasa. Lebih mudah dipasang dan cocok untuk kebutuhan pengembangan, pengujian aplikasi, atau desktop virtualisasi pribadi. Contoh: Oracle VirtualBox, VMware Workstation, dan Parallels Desktop.

Garis Waktu Perkembangan Virtualisasi

1960-an
Kelahiran di era mainframe
IBM memperkenalkan konsep mesin virtual lewat sistem CP-40 dan CP-67, memungkinkan satu mainframe melayani banyak pengguna sekaligus.
1998–1999
Virtualisasi masuk ke server x86
VMware berdiri dan membawa teknologi virtualisasi ke server berbasis x86 yang jauh lebih terjangkau dibanding mainframe.
2003–2007
Munculnya hypervisor open-source
Xen (2003) dan KVM (2007) hadir sebagai alternatif terbuka, mempercepat adopsi virtualisasi di kalangan penyedia hosting dan startup.
2010-an
Era cloud computing
Amazon Web Services, Microsoft Azure, dan Google Cloud membangun layanan mereka di atas virtualisasi berskala masif, menjadikannya fondasi komputasi awan modern.
2013–sekarang
Evolusi menuju container
Docker mempopulerkan container sebagai bentuk virtualisasi yang lebih ringan di level sistem operasi, hidup berdampingan dengan mesin virtual tradisional hingga hari ini.

Kelebihan & Hal yang Perlu Dipertimbangkan

KELEBIHAN
  • Efisiensi biaya hardware & ruang server
  • Provisioning dan scaling yang cepat
  • Isolasi yang memudahkan pengujian dengan aman
  • Pemulihan bencana lebih sederhana lewat snapshot
PERLU DIPERTIMBANGKAN
  • Ada overhead performa dibanding mesin fisik langsung
  • Kompleksitas lisensi hypervisor komersial
  • Butuh perencanaan kapasitas yang matang
  • Satu titik kegagalan pada host bisa memengaruhi banyak VM
📦 Arsip · Konten Asli

Seluruh teks, gambar, dan tabel di bawah ini adalah isi asli dari postingan, dipertahankan utuh dan hanya dikemas ulang secara visual.

Gambar 380. Virtualisasi Sistem Operasi

Virtualisasi adalah teknologi yang memungkinkan pengguna untuk mengakses beberapa sistem operasi pada satu mesin. Sebuah mesin virtual dapat digunakan untuk menjalankan aplikasi tertentu atau sebagai lingkungan pengembangan perangkat lunak yang terisolasi.

Ada beberapa jenis mesin virtual, termasuk VDI, VHD, dan VMDK.

Perbedaan antara VDI, VHD, dan VMDK

VDI (Virtual Desktop Infrastructure)

adalah teknologi virtualisasi desktop yang memungkinkan pengguna untuk mengakses desktop virtual dari mana saja dan kapan saja.

VHD (Virtual Hard Disk)

adalah file disk virtual yang digunakan oleh mesin virtual untuk menyimpan data dan sistem operasi.

VMDK (Virtual Machine Disk)

adalah format file disk virtual yang digunakan oleh VMware. Ini digunakan untuk menyimpan data dan sistem operasi mesin virtual.

Keuntungan Virtualisasi

Virtualisasi memiliki beberapa keuntungan, termasuk:

1. Lebih sedikit hardware yang dibutuhkan:

Dengan menggunakan mesin virtual, perusahaan tidak perlu membeli hardware baru untuk setiap aplikasi atau sistem operasi. Hal ini dapat menghemat biaya pengeluaran dan pemeliharaan.

2. Scalability yang mudah:

Mesin virtual dapat dengan mudah dikloning dan ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan bisnis yang berkembang.

3. Keamanan dan isolasi:

Mesin virtual dapat memastikan bahwa jika server terinfeksi dengan malware, mesin virtual yang terisolasi tetap aman.

Contoh Virtualisasi

Banyak bisnis menggunakan virtualisasi untuk menjalankan aplikasi atau sistem operasi tertentu.

Contoh dari penggunaan virtualisasi termasuk:

Industri Penggunaan Virtualisasi
Keuangan Penjagaan keamanan transaksi keuangan dengan memisahkan aplikasi dan data
Pendidikan Memungkinkan mahasiswa mengakses aplikasi yang diperlukan tanpa memerlukan perangkat lunak khusus atau perangkat keras tambahan
Telekomunikasi Memfasilitasi migrasi sistem ke mesin virtual untuk meningkatkan skalabilitas

Hypervisor

Hypervisor merupakan salah satu elemen penting dalam teknologi virtualisasi. Hypervisor adalah sebuah perangkat lunak yang memungkinkan sebuah mesin fisik dapat menjalankan beberapa sistem operasi secara virtual.

Hypervisor memiliki dua tipe utama, yaitu Hypervisor Tipe 1 dan Hypervisor Tipe 2.

Hypervisor Tipe 1:

Hypervisor Tipe 1, atau disebut juga native atau bare metal, merupakan hypervisor yang langsung diinstal pada hardware. Hypervisor Tipe 1 biasanya digunakan pada lingkungan server yang membutuhkan kinerja dan keamanan tinggi. Karena langsung terinstal pada hardware, hypervisor tipe 1 dapat lebih efisien dalam menjalankan workload.

Hypervisor Tipe 2:

Hypervisor Tipe 2, atau disebut juga hosted, diinstal pada sistem operasi yang sudah ada. Hypervisor Tipe 2 dapat diinstal pada sejumlah sistem operasi seperti Windows, Linux, dan Mac OS X.

Hypervisor Tipe 2 biasanya digunakan pada lingkungan desktop virtualisasi, seperti untuk uji coba aplikasi sebelum diimplementasikan pada produksi, karena lebih mudah diinstal dan digunakan.

Pemilihan tipe hypervisor tergantung pada kebutuhan dan tujuan implementasi virtualisasi. Selain itu, hypervisor juga harus mendukung format file virtual disk dari sistem operasi yang akan digunakan. Beberapa format virtual disk yang umum digunakan adalah VDI, VHD, dan VMDK yang akan dijelaskan selanjutnya.

Perlu diketahui bahwa hypervisor juga memuat virtual machine monitor (VMM) yang memiliki fungsi khusus untuk mengatur sumber daya fisik yang dialokasikan ke setiap VM. VMM juga bertanggung jawab untuk menjaga isolasi antara VM, sehingga masalah di satu VM tidak akan mempengaruhi VM yang lain.

Format Berkas

Dalam dunia teknologi virtualisasi, ada beberapa format berkas yang digunakan untuk menyimpan mesin virtual. Tiga format paling umum adalah VDI, VHD, dan VMDK.

VMDK
  1. VMDK adalah format berkas yang digunakan oleh aplikasi virtualisasi milik VMware.
  2. Format berkas VMDK dapat digunakan pada berbagai platform, termasuk Windows, macOS, dan Linux.
  3. VMDK mendukung fitur-fitur seperti deduplikasi dan Thin Provisioning yang memungkinkan penggunaan ruang penyimpanan yang lebih efisien.
VDI
  1. VDI adalah format berkas yang digunakan oleh aplikasi virtualisasi milik Oracle, VirtualBox. VDI hanya dapat digunakan pada platform yang didukung oleh VirtualBox.
  2. VirtualBox menyediakan alat untuk mengkonversi antara format VDI dan format berkas lainnya.
  3. VDI mendukung penulisan dengan ukuran disk yang fleksibel. Pengguna dapat menentukan ukuran disk yang mereka butuhkan untuk mesin virtual mereka.
VHD
  1. VHD adalah format berkas yang digunakan oleh produk virtualisasi milik Microsoft, seperti Hyper-V. VHD mendukung fitur-fitur seperti enkripsi dan kompresi.
  2. VHD mendukung banyak platform, termasuk Windows, FreeBSD, dan Linux.
  3. VHD adalah format standar untuk mesin virtual yang berjalan pada Microsoft Azure.

Perbandingan Format Berkas

Berikut adalah perbandingan antara ketiga format berkas:

Format Berkas Digunakan Oleh Dukungan Platform Fitur Khusus
VMDK VMware Windows, macOS, Linux Deduplikasi, Thin Provisioning
VDI Oracle VirtualBox VirtualBox Penulisan Disk yang Fleksibel
VHD Microsoft Hyper-V Windows, FreeBSD, Linux Enkripsi, Kompresi
osx-virt · disusun ulang untuk pembaca Hardware → Hypervisor → Guest OS → Aplikasi

Perkembangan Sistem Operasi Open Source

root@oss-history:~$ open perkembangan-os-opensource.sh
root@oss-history:~$ cat judul.md

Perkembangan Sistem Operasi
Open Source

// dari kultur hacker era 1960-an, GNU, kelahiran Linux, hingga ekosistem open source hari ini

root@oss-history:~$ cat definisi.md

01 — Apa itu Open Source?

Secara sederhana, open source adalah kode program yang dibuka oleh pengembangnya kepada publik agar bisa dipelajari, diubah, dan disebarluaskan kembali. Jika pembuatnya melarang perubahan atau penyebaran ulang, maka software itu bukan open source — walau kode programnya terlihat.

Perlu dibedakan tiga istilah yang sering tertukar:

FREE SOFTWARE

Kebebasan pengguna dijamin secara filosofis (FSF). Contoh: Linux (GPL) — hasil modifikasi wajib tetap bebas.

OPEN SOURCE

Kode terbuka, tapi lisensinya bisa lebih longgar. Contoh: FreeBSD — boleh diturunkan jadi produk tertutup (mis. Mac OS X).

FREEWARE

Gratis dipakai, tapi kode programnya tertutup. Tidak ada hubungan langsung dengan "kebebasan" ala FSF/OSI.

// aturan main lengkap semua jenis lisensi ada di opensource.org/licenses

root@oss-history:~$ ls lisensi/

02 — Ragam Lisensi Open Source

Klik tiap berkas lisensi untuk membuka isinya:

📄 GPL — GNU Public License

Lisensi utama Free Software Foundation. Memberi kebebasan memakai, melihat, mengubah, dan mendistribusikan ulang — dengan syarat "copyleft": hasil turunannya wajib tetap open source. Dipakai oleh kernel Linux.

📄 LGPL — Lesser GPL

Versi lebih longgar dari GPL, biasa dipakai untuk pustaka (library) agar bisa ditautkan ke software berlisensi tertutup tanpa memaksa software tersebut ikut menjadi open source.

📄 MIT License

Sangat permisif — nyaris tanpa syarat selain mencantumkan notice hak cipta. Turunannya boleh menjadi produk tertutup. Populer di ekosistem JavaScript/Node.

📄 BSD License

Mirip MIT, permisif, tanpa copyleft. Contoh nyata: FreeBSD — dasar dari macOS/Mac OS X yang bahkan bisa menjadi produk komersial tertutup.

📄 Apache License 2.0

Permisif seperti MIT/BSD, tapi menambahkan perlindungan paten secara eksplisit. Banyak dipakai proyek besar seperti Kubernetes dan Android.

root@oss-history:~$ git log --oneline --all

03 — Garis Waktu Singkat

1960–1970-an

Kultur hacker tumbuh di lab komputer Stanford, Berkeley, dan MIT — kode program ditukar bebas antar komunitas kecil pemrogram.

1983–1985

Richard Stallman keluar dari MIT (Januari 1984) lalu mendirikan Free Software Foundation (1985), memulai proyek GNU: gcc, gdb, Emacs, dan lainnya — namun kernelnya sendiri belum rampung.

1991

Linus Torvalds, mahasiswa Universitas Helsinki, melempar kode kernel Linux ke komunitas terbuka untuk dikembangkan bersama.

1994–1995

Server-server di Institut Teknologi Bandung (ITB) mulai memakai FreeBSD sebagai sistem operasi jaringan/server.

1998

Istilah "open source" resmi dipopulerkan; Open Source Initiative (OSI) berdiri, diinisiasi Eric Raymond dan tim, untuk menyatukan pemahaman soal kode terbuka.

2000-an

Distro turunan Debian bermunculan — Ubuntu, Knoppix, Xandros — memperluas jangkauan Linux ke pengguna umum, bukan hanya server.

2008 dan seterusnya

GitHub lahir, mengubah cara komunitas berkolaborasi lewat Git — pull request menjadi standar baru "menyebarkan kode ke komunitas".

Hari ini

Open source menopang infrastruktur modern: container (Docker), orkestrasi (Kubernetes), cloud native, hingga model AI open-weight — semua mewarisi semangat berbagi kode dari era Stallman dan Torvalds.

root@oss-history:~$ tree distro/

04 — Pohon Keluarga Distro Linux

Semua bermuara pada satu fondasi yang sama: kernel Linux + pustaka GNU glibc.

kernel Linux + GNU glibc
├── Debian → Ubuntu, Knoppix, Xandros
├── RedHat → Fedora, CentOS
├── SuSE
├── Mandrake
└── Slackware
root@oss-history:~$ cat arsip/postingan-asli.bak

📦 Arsip — Konten Asli

// bagian di bawah ini adalah teks, gambar, dan caption dari postingan lama, dipertahankan utuh tanpa perubahan isi.

Open source adalah istilah untuk software yang kode programnya disediakan oleh pengembangnya untuk umum agar dapat dipelajari cara kerjanya, diubah atau dikembangkan lebih lanjut serta untuk disebarluaskan. Apabila pembuat program melarang orang lain untuk mengubah dan atau menyebarluaskan program buatannya, maka program itu bukan open source, meskipun tersedia kode programnya.

Open source merupakan salah satu syarat bahwa suatu software dikatakan Free Software. Free software pasti open source software, namun open source software belum tentu free software. Salah satu contoh free software adalah Linux.

Contoh open source software adalah FreeBSD. Linux yang berlisensi free software tidak dapat diubah menjadi berlisensi tidak free software, sedangkan FreeBSD yang berlisensi open source software dapat diubah menjadi tidak open source.

FreeBSD (open source) merupakan salah satu dasar untuk membuat Mac OSX (tidak open source). http://www.opensource.org/licenses memuat jenis-jenis lisensi open source. Mulai tahun 1994-1995, server-server di Institut Teknologi Bandung (ITB) mulai menggunakan FreeBSD sebagai sistem operasinya. FreeBSD merupakan sistem operasi open source dan tangguh untuk keamanan jaringan maupun server.

Tetapi kemudian para administrator jaringan di Computer Network Research Group (CNRG) ITB lebih menyukai laptop Mac dengan sistem operasi Mac OS X yang berbasis BSD daripada sistem operasi lain. Istilah open source (kode program terbuka) sendiri baru dipopulerkan tahun 1998.

Namun, sejarah piranti lunak open source sendiri bisa ditarik jauh ke belakang semenjak kultur hacker berkembang di laboratorium-laboratorium komputer di universitas-universitas Amerika seperti Stanford University, University of California Berkeley dan Massachusetts Institute of Technology (MIT) pada tahun 1960 - 1970-an.

Awalnya tumbuh dari suatu komunitas pemrogram yang berjumlah kecil namun sangat erat dimana mereka biasa bertukar kode program, dan setiap orang dapat memodifikasi program yang dibuat orang lain sesuai dengan kepentingannya. Hasil modifikasinya juga mereka sebarkan ke komunitas tersebut.

Perkembangan di atas antara lain dipelopori oleh Richard Stallman dan kawan-kawannya yang mengembangkan banyak aplikasi di komputer DEC PDP-10.

Awal tahun 1980-an komunitas hacker di MIT dan universitas-universitas lain tersebut bubar karena DEC menghentikan PDP-10. Akibatnya banyak aplikasi yang dikembangkan di PDP-10 menjadi banyak yang kadaluarsa. Pengganti PDP-10, seperti VAX dan 68020, memiliki sistem operasi sendiri, dan tidak ada satupun piranti lunak bebas. Pengguna harus menanda-tangani nondisclosure agreement untuk bisa mendapatkan aplikasi yang bisa dijalankan di sistem-sistem operasi ini.

Karena itulah pada Januari 1984 Richard Stallman keluar dari MIT, agar MIT tidak dapat mengklaim piranti-piranti lunak yang dikembangkannya. Tahun 1985 beliau mendirikan organisasi nirlaba Free Software Foundation. Tujuan utama organisasi ini adalah untuk mengembangkan sistem operasi.

Dengan FSF, Stallman telah mengembangkan berbagai piranti lunak : gcc (pengompilasi C), gdb (debugger, Emacs (editor teks) dan perkakas-perkakas lainnya, yang dikenal dengan peranti lunak GNU. Akan tetapi Stallman dan FSFnya hingga sekarang belum berhasil mengembangkan suatu kernel sistem operasi yang menjadi target utamanya.

Ada beberapa penyebab kegagalannya, salah satunya yang mendasar adalah sistem operasi tersebut dikembangkan oleh sekelompok kecil pengembang, dan tidak melibatkan komunitas yang lebih luas dalam pengembangannya.

Pada tahun 1991, seorang mahasiswa S2 Universitas Helsinki, Finlandia mulai mengembangkan suatu sistem operasi yang disebutnya Linux. Dalam pengembangannya Linus Torvalds melempar kode program dari Linux ke komunitas terbuka untuk dikembangkan bersama.

Komunitas Linux terus berkembang dimana kemudian akhirnya melahirkan distribusi-distribusi Linux yang berbeda tetapi mempunyai pondasi yang sama yaitu kernel Linux dan librari GNU glibc seperti RedHat, SuSE, Mandrake, Slackware, Debian dan lainnya.

Beberapa dari distribusi di atas ada yang bertahan dan besar, bahkan sampai menghasilkan distro turunan, contohnya adalah Distro Debian GNU/Linux. Distro ini telah menghasilkan puluhan distro anak, antara lain Ubuntu, Knoppix, Xandros, dan lainnya.

Free Software Foundation (FSF) selain perangkat lunak adalah lisensi GPL (GNU public License), dimana lisensi ini memberi kebebasan bagi penggunanya untuk menggunakan dan melihat kode program, memodifikasi dan mendistribusi ulang peranti lunak tersebut dan juga jaminan kebebasan untuk menjadikan hasil modifikasi tersebut tetap bebas didistribusikan.

Linus Torvalds juga menggunakan lisensi ini dalam pengembangan dasar Linux.

Gambar 1 Linus Torvalds

Seiring dengan semakin stabilnya rilis dari distribusi Linux, semakin meningkat juga minat terhadap peranti lunak yang bebas untuk di sharing seperti Linux dan GNU tersebut, juga meningkatkan kebutuhan untuk mendefinisikan jenis peranti lunak tersebut.

Akan tetapi teminologi free yang dimaksud oleh FSF menimbulkan banyak persepsi dari tiap orang. Sebagian mengartikan kebebasan sebagaimana yang dimaksud dalam GPL, dan sebagian lagi mengartikan untuk arti gratis dalam ekonomi.

Para eksekutif di dunia bisnis juga merasa khawatir karena keberadaan perangkat lunak gratis dianggap aneh. Kondisi ini mendorong munculnya terminologi open source dalam tahun 1998, yang juga mendorong terbentuknya OSI (Open Source Initiative) suatu organisasi nirlaba yang mendorong pemasyarakatan dan penyatuan Open Source, yang diinisiasi oleh Eric Raymond dan timnya.

Beberapa contoh daftar distribusi Linux distributions yang didukung oleh Free Software Foundation ditunjukkan seperti pada Tabel 1 berikut ini.

root@oss-history:~$ history --end

Perkembangan sistem operasi windows

C:\WINDOWS\ARSIP\SEJARAH.EXE
boot sequence // 1981 – sekarang

Perkembangan Sistem
Operasi Windows

Dari layar hitam berbasis teks MS-DOS hingga antarmuka sentuh Windows 8 — sebuah catatan perjalanan sistem operasi paling banyak dipakai di dunia, disusun ulang lengkap dengan arsip tulisan aslinya.

C:\> loading modules...
[ OK ] kernel.sys ................ terpasang
[ OK ] gui.dll ................... terpasang
[ OK ] arsip_1998.txt ............ ditemukan
C:\> _
01 // PENGANTAR

Apa itu Sistem Operasi?

Sistem operasi (OS) adalah perangkat lunak inti yang menjembatani perangkat keras komputer dengan pengguna maupun aplikasi lain. Tanpa OS, prosesor, memori, penyimpanan, dan perangkat input/output tidak dapat "berbicara" satu sama lain secara terkoordinasi. Windows adalah salah satu keluarga OS paling populer, dikembangkan oleh Microsoft Corporation sejak pertengahan 1980-an.

▸ komponen & kemampuan inti sebuah OS (klik untuk detail)
📁 Kernel — inti pengendali

Bagian paling dasar dari OS yang mengatur alokasi CPU, memori, dan proses. Ada yang bersifat monolitik (satu blok besar) dan ada yang hibrida — seperti disebutkan pada arsip di bawah untuk keluarga Windows 98 yang menggabungkan kernel 16-bit dan 32-bit.

🖥️ GUI (Graphical User Interface)

Lapisan visual berupa jendela, ikon, menu, dan pointer yang menggantikan perintah teks murni. Inilah yang membedakan Windows dari MS-DOS, dan terus disempurnakan dari Windows 1.0 hingga tampilan Start Menu serta Taskbar modern.

🗄️ Sistem Berkas (File System)

Cara OS menyimpan dan mengorganisasi data di disk. Windows berkembang dari FAT/FAT-32 menuju NTFS pada era Windows NT, yang membawa keamanan berkas dan dukungan volume lebih besar.

🔌 Driver & Plug and Play

Perangkat lunak penghubung antara OS dan perangkat keras (kartu grafis, printer, dsb). Windows Driver Model (WDM) menggantikan Virtual Device Driver (VxD) agar driver tidak lagi terikat erat pada perangkat keras tertentu — seperti dicatat pada bagian Windows 3.x dan 98 di arsip.

🏗️ Arsitektur 16/32/64-bit

Menentukan seberapa besar data yang bisa diproses dan memori yang bisa dialamatkan sekaligus. Windows berpindah bertahap dari 16-bit (era MS-DOS/3.x) ke 32-bit (era 95/NT) hingga 64-bit penuh (era XP Professional x64 dan seterusnya).

02 // GARIS WAKTU

Runutan Kronologis (Ringkas)

Sebagai peta cepat sebelum masuk ke arsip tulisan asli yang lebih rinci di bawah.

1981
MS-DOS
OS berbasis teks (command-line) yang menjadi fondasi awal sebelum Windows punya GUI sendiri.
1985–1994
Windows 1.x – 3.x
Perkenalan GUI, lalu dukungan grafis SVGA/XGA, drag-and-drop, dan jaringan dasar di versi 3.11.
1995–2000
Windows 95, 98, 98SE, ME
Start Menu, Plug and Play, dukungan USB, hingga transisi penuh ke arsitektur 32-bit.
1993–2000
Windows NT 3.x – 4.0, lalu Windows 2000
Jalur "profesional" Windows: multi-platform, NTFS, dan fondasi Active Directory.
2001–2003
Windows XP & Server 2003
XP menjadi versi paling ikonik untuk pengguna rumahan; Server 2003 menegaskan peran Windows di sisi server/jaringan.
2006–2009
Windows Vista & Windows 7
Vista memperkenalkan keamanan (UAC, BitLocker) dan tampilan Aero; Windows 7 menyempurnakan performa dan stabilitasnya.
2012–2013
Windows 8 & 8.1
Antarmuka disesuaikan untuk layar sentuh dan tablet, termasuk varian khusus prosesor ARM (Windows RT).
03 // ARSIP POSTINGAN ASLI
🗃️ konten asli — dipertahankan utuh, dikemas ulang tampilannya

Mircorost Windows adalah Sistem Operasi yang dikembangkan oleh Microsoft Corporation yang menggunakan antar muka berbasis grafis atau dikenal dengan nama GUI (Graphical User Interface).

Microsoft Corporation adalah sebuah perusahaan multinasional Amerika Serikat yang berkantor pusat di Redmond, Washington, Amerika Serikat yang mengembangkan, membuat, memberi lisensi dan mendukung beragam produk dan jasa terkait dengan komputer. Perusahaan ini didirikan oleh Bill Gates dan Paul Allen pada tanggal 4 April 1975

1. MS-Dos

Ms-Dos (Microsoft Disk Operating System) adalah Sistem Operasi yang berbasiskan teks dan Command-Line interpreter. Windows Versi pertama, Windows Graphic Environmnet 1.0 merupakan perangkat lunak yang bekerja atas arsitekstur 16-Bit dan bukan merupakan Sistem Operasi dan berjalan atas MS-DOS, sehingga untuk menjalankannya membutuhkan MS-DOS.

MS-DOS sendiri sebenarnya dibuat oleh perusahaan pembuat komputer Seattle Computer Products kemudian direkrut oleh Microsoft yang selanjutnya dibeli lisensinya. MS-DOS dirilis pertama kali pada tahun 1981, dan seiring dengan waktu, Microsoft pun meluncurkan versi yang lebih baru dari MS-DOS.

Tidak kurang hingga delapan kali Microsoft meluncurkan versi baru MS-DOS dari tahun 1981 hingga Microsoft menghentikan dukungan MS-DOS pada tahun 2000.

Gambar 1. Logo MS DOS 6.22

2. Microsoft Windows (windows 1.x – windows 3.x)

Microsoft Windows 1.0 merupakan versi pertama sistem operas dalam dunia sistem operasi berbasis Graphical User Interface (GUI) yang dibuat oleh Microsoft Corporation . Versi ini sebenarnya diluncurkan pertama kali pada tanggal 10 November 1998, tapi tidak pernah keluar ke pasar publik sebelum bulan November 1998, karena banyaknya hambatan yang terjadi ketika pengembangan berlangsung.

Gambar 2 Berbasis GUI

Microsoft Windows 2.0 merupakan versi kedua dari sistem operasi berbasis graphical user interface (GUI) buatan Microsoft Corporatio, yang dirilis pada 9 Desember 1987. Sistem ini diluncurkan untuk melengkapi kekurangan ragam aplikasi pada Windows 1.0.

Windows 3.0 memiliki kemampuan dukungan kartu grafis SVGA atau XGA dan juga icon. Microsoft menyediakan SDK (Software Development Kit) sehingga para developer piranti lunak dapat mengembangkan aplikasi agar mampu berjalan di Windows 3.0 ini.

Sistem ini mengenalkan Virtual Device Driver (VXD) yang berguna untuk meminimalisasi ketergantungan setiap driver pada perangkat keras tertentu. Sistem ini berevolusi menjadi Windows 3.1 yang mengenalkan fitur Multimedia dan True Type Font.

Sistem ini memudahkan End-User karena adanya fitur Drag and Drop. Windows versi 3.0 ini berkembang menjadi Windows 3.11 yang mendukung aplikasi NetWorking.

3. Windows 95 – windows ME

Windows 95 diperkenalkan pada tanggal 14 Agustu 1995. Sistem operasi ini memiliki GUI yang lebih menarik dan atraktif, menggunakan rancangan menu "Start", menu inovatif untuk mengakses grup program (pengganti Program Manager) mendukung penamaan berkas yang panjang.

Windows 95 juga mendukung Plug and Play untuk mendeteksi instalasi perangkat keras dan konfigurasi secara otomatis, memiliki beberapa fasilitas seperti : Browser yang terintegrasi dan Windows Explorer untuk menjelajah Windows. Selain itu juga Windows 95 memiliki fitur untuk memanajemen daya (APM) dan diperkenalkannya juga Client-Server.

4. Windows 98 - windows SE

Windows 98 dikeluarkan oleh Microsoft pada 25 Jun 1998. Windows 98 sudah mendukung VGA berbasis AGP, serta mendukung media penyimpanan berkas seperti USB, diperkenalkannya NAT untuk berbagi koneksi Internet dan digantikannya Virtual Device Driver dengan Windows Driver Model.

Ada juga beberapa fitur tambahan berupa aplikasi Microsoft Office dan Internet Explorer versi 5. Windows 98 juga sudah memiliki kemampuan-kemampuan untuk memainkan Game dan menjalankan aplikasi Multimedia.

Windows 98SE menambahkan dukungan pada Internet Explorer 5, NAT untuk berbagi koneksi Interne, Digital Versatile Disk (DVD, Windows Driver Mode (WDM) yang menggantikan model Virtual Device Drive (VxD) serta Windows NetMeeting 3.

Sistem ini menganut prinsip hibrida dengan dukungan kernel 16-bi/32-bi, dan masuk pada famili Windows 98.

Windows ME diluncurkan pada tanggal 14 Septembe 2000. Dalam sistem operasi ini tidak ada fitur yang spesial selain transisi dukungan grafis dari 16-Bit ke 32-Bit dan sistem ini banyak dipakai oleh pengguna pribadi.

5. Windows NT 3.xx – 4.xx

Windows NT sebagai pengganti windows ME mendukung arsitekrtur x86 (80×86), Intel IA64 dan AMD64 (x64) dan grafis 32-Bit. Windows NT dibangun dari pengembangan IBM OS/2 dan banyak digunakan dalam jaringan komputer.

Windows NT juga memperkenalkan File System NTFS yang lebih baik dari FAT maupun FAT-32. Windows NT 3.1 dirilis untuk komputer Intel x86, DEC Alpha, dan beberapa platform yang mendukung ARC (Advanced RISC Computing) MIPS.

Sedangkan Windows 3.51 diluncurkan untuk mendukung komputer IBM PowerP khususnya untuk sistem PReP seperti deskto atau lapto IBM Power Series dan seri Motorol PowerStack. Meskipun menggabungkan dua teknologi dari dua perusahaan, Windows NT 3.51 tidak bisa dijalankan di atas Power Macintosh.

Intergraph Corporatio kemudian membuat porting untuk arsitektur Intergraph Clipper miliknya sendiri dan membuat porting Windows NT 3.51 agar bisa berjalan di atas arsitektur SPAR (milik Sun Microsystem). Meskipun demikian, kedua produk tersebut tidak dijual ke publik sebagai produk ritel.

Windows NT 4.0 diluncurkan untuk mendukung banyak platform, akan tetapi microsoft hanya membuat service pack dan update untuk dua varian (x86 dan DEC Alph). Selain ke dua varian tersebut service pack dan update dibuat oleh pihak ketiga (Motorola, Intergraph, dan lain-lain).

Windows NT 4.0 merupakan versi rilis Windows NT yang mendukung DEC Alpha, MIPS, dan PowerPC.

Microsoft juga membuat Windows 2000 untuk DEC Alpha hingga bulan Agustus 1999. Karena Compaq menghentikan dukungan Windows NT untuk arsitektur tersebut maka Microsoft menghentikan pengembangan proyek AlphaNT tersebut.

6. Windows 2000.

Windows 2000 (atau Windows NT 5.0 build 2159) adalah sebuah versi sistem operasi Window yang merupakan versi pengembangan dari Windows NT versi 4.0 yang di dikeluarkan oleh Microsof tanggal 17 Februari 2000 di Amerika Serikat.

Windows 2000 mempunyai banyak fitur tambahan di antaranya :

1) Active Director yang baru,

2) Image Preview,

3) Plug and Play dan Windows. Driver Model yang lebih baik performanya dibanding sebelumnya,

4) Browser Explore yang baru, yaitu Internet Explorer 5.0.

5) Mendukung untuk Microsoft Direct dan Open GL (Windows NT 4.0 hanya mendukung akselerasi OpenG),

6) Windows Media Playe 6.4 terintegrasi (dapat diinstalasikan di Windows NT 4.0

7) Terminal Service yang telah terintegrasi

8) Plug And Play yang lebih canggih, Sehingga memasang hardware tertentu dapat langsung berjalan tanpa harus melalui proses restart,

9) Menggunakan driver untuk hardware berbasis Windows Driver Mode atau dikenal juga dengan WDM,

10) Dukungan manajemen daya lebih baik yaitu ACP (Advanced Configuration and Power Interface) yang dapat menghemat daya.

Gambar 4. Logo windows 2000 server

7. Windows XP.

Windows XP menawarkan banyak perubahan, fitur dan performa, berbasis grafis digunakan pada komputer pribad, desktop bisnis, laptop, dan pusat media. Windows XP pertama kali dirilis pada 25 Oktobe 2001, 400 juta salinan instalasi digunakan pada Januari 2006.

Windows XP tersedia dalam berbagai macam edisi, antara lain ialah :

Windows XP Home Edition ditargetkan untuk pengguna pribadi.

Windows XP Professional menawarkan fitur tambahan seperti dukungan untuk domain Windows Server dan dua prosesor fisik, dan ditargetkan untuk pasar power user, bisnis dan perusahaan klien.

Windows XP Media Center Edition memiliki fitur multimedi tambahan yang menawarkan kemampuan untuk merekam dan menonton acara TV, melihat fil DV, dan mendengarkan musik.

Windows XP Tablet PC Edition didesain khusus untuk platform PC Tablet, yakni sebuah komputer pribadi yang menggunakan stylus.

Windows XP profesional 64-bit Edition untuk prosesor berarsitektur IA-6 (Itaniu)

Windows XP Professional x64 Edition untuk prosesor berarsitektur x86-6.

Windows XP Starter Edition yang dijual di beberapa negara berkembang.

Windows XP Embedded, sebuah versi Windows XP Professional yang dikurangi segala fiturnya di sana sini untuk pasar tertentu.

Gambar 5. Desktop Windows XP

8. Windows server 2003

Banyak sekali fitur yang ditawarkan pada Windows Server 2003. Fitur windows server 2003 edisi standar antara lain ialah platform .Net, Fitur Domain Controller Server, PKI (Public Key Infrastructure) Server, Domain Name System (DNS), Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), Windows Internet Name Service (WINS), Microsoft IIS, Windows Terminal Service, Mendukung pembagian beban jaringa Fitur standar sebuah server: file service, print service, atau application server yang dapat diinstalasi (seperti Microsoft Exchange Server, SQL Server, atau aplikasi lainnya).

Windows Server 2003 memiliki nama kode Whistler Server mulai dikerjakan pada akhir tahun 2000. Windows Server 2003 terdiri atas beberapa edisi atau produk yang berbeda, yakni sebagai berikut:

Windows Server 2003 Enterprise

Windows Server 2003 Datacenter

Windows Server 2003 Web Edition.

Windows Small Business Server 2003 (Windows SBS)

Windows Storage Server 2003.

Windows Server 2003 Standard Edition.

Gambar 6. Jendela Desktop Windows server 2003

9. Windows Vista

Windows Vista diluncurkan 8 November 2000 untuk pengguna bisnis, dan 30 Januari 2000 untuk pengguna pribadi. Windows Vista lebih mengutamakan interface atau penampilan grafis antarmuka dibandingkan dengan performa, Fitur-fiturnya antara lain AERO, Sidebar, tingkat keamanan lebih baik dari pada Windows XP.

Windows Vista menggunakan Firewall with Advanced Security, Windows Defender, Parental Control, User Account Control (UAC), BitLocker Drive Encryption, ASLR. Windows Vista menggunakan IPv6, DirectX versi terbaru, dan arsitekstur 64-Bit. Windows vista mempunyai beberapa versi: yaitu:

Windows Vista Starter.

Windows Vista Home Basic.

Windows Vista Home Premium

Windows Vista Business.

Windows Vista Enterprise.

Windows Vista Ultimate

Gambar 7. Desktop Windows Vista

10. Windows 7

Windows 7 merupakan gabungan Windows XP dan Windows Vista, Windows 7 memiliki performa yang lebih baik dari Windows Vista. Windows 7 dirilis untuk pabrikan komputer pada 22 Jul 2009 dan dirilis untuk publik pada 22 Oktobe 2009.

Windows 7 lebih fokus pada pengembangan dasar Windows, dengan tujuan agar lebih kompatibel dengan aplikasi-aplikasi dan perangkat keras komputer yang kompatibel dengan Windows Vista.

Windows 7 lebih fokus pada dukungan multi-touch pada layar, desain ulang taskbar (Superbar), penggunaan sistem jaringan pribadi bernama HomeGroup dan peningkatan performa. Beberapa aplikasi standar yang disertakan pada versi sebelumnya dari Microsoft Windows, seperti Windows Calendar, Windows Mail, Windows Movie Maker, dan Windows Photo Gallery, tidak disertakan lagi di Windows 7.

Windows 7 tidak bisa digunakan dengan jumlah memori yang terpasang melebihi kemampuannya. Jumlah ini berbeda di setiap versi Windows 7, dan juga berpengaruh pada arsitektur yang dipakai (apakah 32-bit atau 64-bit).

Windows 7 memiliki 6 versi seperti Windows Vista hanya berbeda nama, jika Windows Vista memiliki versi Business maka pada Windows 7 versi tersebut dinamakan Professional. Versi tersebut antara lain :

Windows 7 Ultimate

Windows 7 Professional

Windows 7 Enterprise

Windows 7 Home Premium

Windows 7 Home Basic

Windows 7 Starter

Gambar 8. Desktop Windows 7

11. Windows 8

Windows 8 adalah nama dari versi terbaru Microsoft Window, serangkaian Microsoft secara resmi merilis Windows 8 pada 26 Oktober 2012. Versi percobaan Windows 8 berupa Consumer Preview dan Release Preview.

Pada tanggal 26 Juni 2013, Microsoft merilis versi Uji Coba dari Windows 8.1 (sebelumnya dikenal sebagai Windows Blue), Sistem operasi ini diproduksi oleh Microsoft untuk digunakan pada komputer pribadi, termasuk komputer rumah dan bisnis, laptop, netbook, tablet P, server, dan PC pusat media.

Sistem operasi ini menggunakan mikroprosesor AR selain mikroprosesor x8 tradisional buatan Intel dan AMD. Antarmuka penggunanya diubah agar mampu digunakan pada peralatan layar sentuh selain mouse dan keyboard, sehingga Windows 8 di desain untuk perangkat tablet sentuh.

Windows 8 mempunyai beberapa edisi atau versi antara lain adalah sebagai berikut :

Windows 8, setara dengan Windows 7 Starter, Home Basic, Home Premium.

Windows 8 Pro, setara dengan Windows 7 Professional.

Windows 8 Enterprise, setara dengan Windows 7 Enterprise dan Ultimate.

Windows 8 RT, versi Windows khusus untuk perangkat berprosesor ARM.

Windows 8.1

Gambar 9. Desktop Windows 8
C:\> arsip dimuat. sampai jumpa di catatan berikutnya_