Linux DebianAdministrasi FileCLI / TerminalPermission
Administrasi File Linux Debian
Memahami struktur direktori, perpindahan lokasi, pembuatan direktori dan file,
serta dasar hak akses file pada Linux Debian melalui Command Line Interface (CLI).
Pengantar
Setelah mempelajari administrasi user dengan perintah login root,
clear, adduser, logout, login user, userdel -r, groupadd, groupdel,
dan usermod, pembahasan dilanjutkan ke Administrasi File.
Linux tidak menggunakan sistem drive seperti Windows. Struktur file dimulai
dari satu direktori akar, yaitu /.
Dari direktori tersebut terdapat berbagai direktori lain yang membentuk
hierarki sistem file.
Fokus pembelajaran: pada materi ini kita belajar melihat isi
direktori, berpindah direktori, membuat direktori, membuat file kosong,
melihat atribut file, dan memahami pembagian hak akses.
Konsep Dasar Administrasi File
Root directory /
Titik paling atas pada hierarki sistem file Linux.
Direktori
Wadah untuk mengorganisasi file dan direktori lain.
Current directory
Direktori yang sedang aktif ketika perintah dijalankan.
Permission
Aturan yang menentukan akses membaca, menulis, dan mengeksekusi.
1. Perintah ls /
Gunakan perintah berikut untuk menampilkan daftar direktori dan file yang berada
di root directory:
ls /
Contoh penggunaan ls / pada root directory
Memahami sintaks:ls digunakan untuk melihat isi direktori,
sedangkan / menentukan direktori yang ingin dilihat.
Secara umum, bentuknya adalah ls <nama_direktori>.
2. Perintah cd /usr
Perintah cd digunakan untuk mengganti direktori aktif.
Pada contoh berikut, kita berpindah ke direktori /usr.
cd /usr
Contoh penggunaan cd /usr
Setelah berpindah, lokasi aktif pada terminal berubah. Materi sumber juga menjelaskan
bahwa tanda ~ berkaitan dengan lokasi home directory
pengguna ketika pengguna berada di lingkungan home.
3. Perintah mkdir <nama_directory>
Untuk membuat direktori baru, gunakan:
mkdir <nama_directory>
Contoh membuat direktori dengan mkdir
Setelah direktori dibuat, keberadaannya dapat diperiksa menggunakan
ls. Jika ls
digunakan tanpa nama direktori, maka yang ditampilkan adalah isi dari direktori
yang sedang aktif.
4. Perintah touch <nama_file>
Perintah touch digunakan dalam materi untuk
membuat sebuah file kosong:
touch <nama_file>
Latihan: buat terlebih dahulu sebuah user bernama
bintang, kemudian logout dan masuk menggunakan user tersebut.
Langkah ini menghubungkan administrasi user dengan administrasi file.
Setelah kembali ke direktori /usr, gunakan
ls -l untuk menampilkan isi direktori
beserta atributnya.
Contoh tampilan atribut file dan direktori dengan ls -l
5. Mengubah dan Memahami Hak Akses
Dalam materi, direktori root yang baru dibuat dimiliki oleh user
root. Kolom pertama pada output ls -l
menunjukkan informasi hak akses file atau direktori tersebut.
Contoh tampilan kolom hak akses
Informasi hak akses dijelaskan sebagai kelompok karakter yang menunjukkan
jenis objek serta hak akses untuk tiga kategori pengguna.
Bagian
Penjelasan
Simbol
Jenis objek
Menunjukkan apakah objek merupakan direktori atau file.
d = direktori, - = file
Pemilik (owner)
Hak akses untuk user yang memiliki file/direktori.
r, w, x
Group
Hak akses untuk group pemilik file/direktori.
r, w, x
Others
Hak akses bagi selain owner dan group.
r, w, x
Arti simbol permission
r — Read
Hak untuk membaca isi file. Pada konteks direktori, kemampuan ini berkaitan
dengan melihat isi direktori.
w — Write
Hak untuk melakukan perubahan atau penulisan sesuai objek yang diakses.
x — Execute
Hak untuk mengeksekusi file tertentu atau masuk/melintasi direktori sesuai
aturan permission Linux.
- — Tidak diberikan
Tanda minus menunjukkan permission tersebut tidak diberikan pada posisi itu.
Catatan penting: permission dibagi berdasarkan
owner → group → others. Karena itu, informasi user dan group
dari materi sebelumnya menjadi dasar penting ketika mempelajari administrasi file.
Memahami Format Permission Secara Bertahap
Materi sumber menjelaskan bahwa bagian awal informasi permission terdiri dari
karakter yang mengidentifikasi jenis objek dan kelompok hak akses. Cara paling
mudah membacanya adalah memisahkan informasi menjadi empat bagian:
Karakter pertama: jenis objek, misalnya d untuk direktori atau - untuk file.
Tiga karakter berikutnya: permission untuk owner.
Tiga karakter berikutnya: permission untuk group owner.
Tiga karakter terakhir: permission untuk user lain (others).
Kelompok
Hak yang Dinilai
Simbol
Owner
Membaca, menulis, mengeksekusi
r w x
Group
Membaca, menulis, mengeksekusi
r w x
Others
Membaca, menulis, mengeksekusi
r w x
Dengan cara membaca seperti ini, output ls -l
tidak lagi hanya terlihat sebagai kumpulan simbol, tetapi dapat dipahami
sebagai aturan akses yang dibagi berdasarkan kepemilikan.
Ringkasan Perintah
Perintah
Fungsi dalam Materi
ls /
Menampilkan isi root directory.
ls <nama_direktori>
Menampilkan isi direktori tertentu.
cd /usr
Berpindah ke direktori /usr.
mkdir <nama_directory>
Membuat direktori baru.
touch <nama_file>
Membuat file kosong.
ls
Melihat isi direktori aktif.
ls -l
Melihat isi direktori beserta atribut dan informasi permission.
Kesimpulan
Administrasi file pada Linux Debian tidak hanya berkaitan dengan membuat dan
melihat file. Kita juga perlu memahami posisi direktori dalam hierarki Linux,
mengetahui direktori yang sedang aktif, serta memahami siapa yang memiliki
dan dapat mengakses sebuah file atau direktori.
Dengan menguasai ls,
cd, mkdir,
touch, dan cara membaca output
ls -l, dasar administrasi file Linux sudah
mulai terbentuk. Materi ini juga memperlihatkan hubungan erat antara
user, group, owner, dan permission.
Latihan Pemahaman
Apa fungsi ls /?
Apa perbedaan direktori root / dengan home directory?
Apa fungsi cd /usr?
Bagaimana cara membuat direktori baru?
Bagaimana cara membuat file kosong?
Apa yang ditampilkan oleh ls -l?
Apa arti r, w, dan x?
Apa perbedaan permission untuk owner, group, dan others?
Catatan dokumentasi: contoh user, nama direktori, dan screenshot
pada artikel ini mengikuti materi sumber. Untuk praktik nyata, gunakan akun dan
data yang aman serta jangan mencantumkan kredensial yang sebenarnya.
Panduan dasar untuk memahami pengguna, root, group, direktori, dan perintah
administrasi user pada Debian melalui Command Line Interface (CLI).
Pengantar
Pada materi ini, Debian digambarkan sebagai sistem yang digunakan tanpa
antarmuka grafis sehingga interaksi dengan sistem dilakukan melalui
Command Line Interface (CLI). Bagi pengguna yang terbiasa
dengan Windows, tampilan terminal mungkin terasa berbeda, tetapi pola
kerjanya dapat dipelajari secara bertahap.
Administrasi user penting karena tidak semua pengguna harus mempunyai hak
akses yang sama. Linux membedakan pengguna biasa, pengguna dengan hak
administrasi, serta kelompok (group) yang dapat digunakan untuk
mengatur akses secara lebih terstruktur.
Inti materi: administrator mengelola akun pengguna dan
group, menentukan lingkungan kerja pengguna, serta mengatur siapa yang
dapat mengakses file dan direktori tertentu.
Konsep Dasar yang Perlu Dipahami
Konsep
Penjelasan
Root
Akun dengan hak administrasi tertinggi yang dapat melakukan perubahan penting terhadap sistem.
User biasa
Akun untuk aktivitas sehari-hari dengan hak akses yang lebih terbatas dibandingkan root.
Group
Kumpulan user yang dapat digunakan untuk mengelola hak akses secara bersama-sama.
Home directory
Direktori pribadi tempat data dan file milik pengguna biasanya disimpan.
Prompt
Tanda pada terminal yang membantu menunjukkan user dan lokasi kerja saat ini.
/
Direktori akar (root directory) dalam struktur file Linux.
Setelah instalasi Debian selesai, sistem dapat menampilkan prompt login pada
terminal. Pada tahap instalasi, materi ini menggunakan dua jenis akun:
root sebagai akun utama dan satu akun pengguna biasa.
1
Tampilan Login
Setelah sistem menyala, Debian meminta nama pengguna untuk masuk ke sistem.
Contoh tampilan login Debian melalui CLI
2
Masuk sebagai root
Masukkan nama pengguna root dan kata sandi yang telah dibuat saat instalasi.
Contoh proses masuk sebagai root
3
Membersihkan Terminal
clear
Perintah clear membersihkan tampilan terminal tanpa menghapus data atau konfigurasi sistem.
Contoh penggunaan perintah clear
Catatan: Root mempunyai hak yang sangat luas. Karena kesalahan perintah sebagai root
dapat berdampak langsung pada sistem, gunakan hak administrasi hanya ketika memang diperlukan.
2. Administrasi User: adduser
Perintah adduser digunakan untuk membuat
pengguna baru. Dalam praktik dasar, sintaks yang digunakan adalah:
adduser <nama_pengguna>
Setelah nama pengguna dimasukkan, Debian akan meminta kata sandi dan beberapa
informasi tambahan terkait akun tersebut.
Konsep penting: membuat user tidak hanya berarti membuat
nama login. Sistem juga mengatur identitas akun, home directory, serta
informasi yang diperlukan agar akun dapat digunakan.
Contoh proses membuat user baru
3. Logout dan Pergantian User
4
Logout dari sesi root
logout
Perintah logout digunakan untuk keluar
dari sesi shell yang sedang aktif.
Contoh keluar dari sesi root
5
Masuk sebagai user baru
Setelah membuat user, masuk kembali menggunakan akun tersebut. Materi sumber
menggunakan contoh nama user bill.
Contoh login menggunakan user yang baru dibuat
Mengenali prompt: prompt terminal dapat membantu membedakan
sesi root dan user biasa. Materi sumber juga menunjukkan perubahan tampilan
prompt ketika berpindah dari root ke user biasa.
Contoh prompt saat berada sebagai root
Contoh prompt saat menggunakan user biasa
Tanda ~ (tilde) berkaitan dengan home
directory pengguna yang sedang aktif. Saat user baru belum berpindah ke
direktori lain, simbol tersebut menunjukkan lokasi home pengguna tersebut.
4. Menghapus User: userdel -r
Setelah kembali sebagai root, materi menggunakan perintah
userdel -r <nama_pengguna> untuk
menghapus akun beserta data pada home directory pengguna tersebut.
userdel -r <nama_pengguna>
Contoh penghapusan user menggunakan userdel -r
Perhatian: opsi -r
digunakan untuk menghapus data home pengguna. Pastikan akun dan data yang
akan dihapus memang sudah tidak diperlukan.
5. Group: Mengelompokkan User
Linux dapat mengelompokkan beberapa pengguna ke dalam sebuah
group. Pendekatan ini memudahkan administrator ketika
beberapa user perlu memiliki pola hak akses yang sama.
Membuat Group
groupadd <nama_group>
Menghapus Group
groupdel <nama_group>
Dalam contoh pada materi, dibuat dua group:
jawatengah dan jawabarat, kemudian dibuat
empat user: pati, rembang,
bandung, dan subang.
Contoh pembuatan group
Contoh konfigurasi user dan group
Contoh user yang digunakan dalam latihan
Contoh group yang digunakan dalam latihan
Mengapa group penting? Administrator tidak perlu mengatur
akses satu per satu untuk setiap user. Akses dapat dirancang berdasarkan
kebutuhan kelompok kerja.
6. Memasukkan User ke Group
Materi menggunakan perintah berikut untuk memindahkan user ke group tertentu:
usermod -g <nama_group> <nama_user>
Contoh pada materi: user pati dan rembang
dimasukkan ke group jawatengah, sedangkan
bandung dan subang dimasukkan ke
jawabarat.
Contoh penggunaan usermod -g
Contoh hasil pengelompokan user ke dalam group
Catatan konsep: Keanggotaan group menjadi salah satu dasar
pengaturan akses file dan direktori di Linux. Karena itu, pengelompokan user
harus disesuaikan dengan kebutuhan akses yang sebenarnya.
7. Mengenal Struktur Direktori Linux
Linux tidak menggunakan konsep drive seperti C: atau
D: sebagaimana Windows. Sistem file dimulai dari satu
direktori akar bernama /.
Melihat isi root directory
ls /
Perintah tersebut menampilkan isi direktori akar. Secara umum,
direktori seperti /home,
/usr, dan
/etc berada di bawah struktur
direktori tersebut.
Contoh penggunaan ls /
Berpindah ke /usr
cd /usr
Perintah cd digunakan untuk
berpindah direktori. Setelah masuk ke /usr,
prompt dapat menunjukkan lokasi direktori yang sedang aktif.
Contoh berpindah ke direktori /usr
Membuat direktori
mkdir <nama_directory>
Perintah mkdir membuat direktori baru.
Setelah dibuat, keberadaannya dapat diperiksa dengan
ls.
Contoh membuat direktori menggunakan mkdir
Membuat file kosong
touch <nama_file>
Perintah touch dapat digunakan untuk
membuat file kosong, kemudian keberadaannya dapat dilihat menggunakan
ls.
Contoh membuat file dengan touch
Melihat detail file dan direktori
ls -l
Mode -l menampilkan informasi yang
lebih lengkap, seperti permission, pemilik, group, ukuran, waktu perubahan,
dan nama file atau direktori.
Contoh tampilan detail dengan ls -l
8. Hak Akses File dan Direktori
Salah satu bagian penting administrasi Linux adalah pembatasan akses file.
Tidak semua user dapat mengubah semua file. Root mempunyai hak administrasi
yang jauh lebih luas, sedangkan user biasa bekerja sesuai hak yang dimiliki.
Elemen
Fungsi
Contoh
Owner
Pemilik file atau direktori.
User tertentu
Group
Kelompok user yang terkait dengan file atau direktori.
jawatengah
Permission
Mengatur kemampuan membaca, menulis, atau mengeksekusi.
r, w, x
Hubungan dengan materi: konsep user dan group pada bagian
sebelumnya menjadi dasar untuk memahami mengapa sebuah file dapat dibuka oleh
satu pengguna tetapi ditolak untuk pengguna lain.
Latihan user bintang
Materi sumber mengarahkan untuk membuat user bernama bintang,
masuk sebagai user tersebut, lalu kembali ke direktori /usr.
Contoh pembuatan dan penggunaan user bintang
Setelah itu gunakan ls -l untuk melihat
atribut file dan direktori. Tampilan ini membantu membaca struktur
kepemilikan dan permission pada sistem file Linux.
9. Alur Praktik Terpadu
Agar materi lebih mudah dipahami, berikut alur latihan yang mengikuti inti
praktik pada sumber:
Masuk ke Debian melalui CLI.
Gunakan akun root untuk administrasi.
Buat user baru dengan adduser.
Keluar dari sesi menggunakan logout.
Masuk sebagai user biasa dan amati perubahan prompt.
Kembali sebagai root lalu hapus user menggunakan userdel -r bila memang diperlukan.
Buat group dengan groupadd.
Tempatkan user ke group menggunakan usermod -g sesuai skenario latihan.
Gunakan ls, cd, mkdir, dan touch untuk berlatih mengelola file dan direktori.
Gunakan ls -l untuk mengamati atribut dan hak akses.
Ringkasan Perintah
Perintah
Fungsi Utama
clear
Membersihkan tampilan terminal.
adduser <user>
Membuat user baru.
logout
Keluar dari sesi shell.
userdel -r <user>
Menghapus user beserta home directory sesuai penggunaan opsi -r.
groupadd <group>
Membuat group baru.
groupdel <group>
Menghapus group.
usermod -g <group> <user>
Mengatur group utama user sesuai sintaks pada materi.
ls /
Melihat isi root directory.
cd /usr
Berpindah ke direktori /usr.
mkdir <dir>
Membuat direktori.
touch <file>
Membuat file kosong.
ls -l
Menampilkan detail file dan direktori.
Catatan pembelajaran: beberapa langkah pada materi sumber menggunakan
nama user dan password sebagai contoh. Untuk praktik nyata, gunakan password yang
kuat dan jangan menampilkan password sungguhan di dokumentasi atau blog.
Menginstal Debian GNU/Linux 12 pada Virtual Machine
⚡ JOB SHEET 3
SMK Tunas Harapan Pati • Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi
📖PENGANTAR SISTEM OPERASI JARINGANMATERI BARU
🔹 Apa itu Sistem Operasi Jaringan?
Sistem Operasi Jaringan (Network Operating System / NOS) adalah perangkat lunak yang dirancang khusus untuk mengelola, mengatur, dan mendukung sumber daya jaringan komputer. Berbeda dengan OS desktop biasa, NOS menyediakan layanan jaringan seperti file sharing, print sharing, manajemen pengguna terpusat, keamanan jaringan, DHCP, DNS, web server, dan berbagai layanan jaringan lainnya.
Sistem Operasi Jaringan menjadi tulang punggung infrastruktur IT modern, mulai dari sekolah, perusahaan, hingga pusat data (data center) skala besar.
🔹 Kategori Sistem Operasi Jaringan
🐧 Berbasis Linux
Open source, stabil, aman, dan gratis. Contoh: Debian, Ubuntu Server, CentOS, RHEL, Rocky Linux
🪟 Berbasis Windows
Berbayar, GUI lengkap, integrasi Active Directory. Contoh: Windows Server 2019, 2022
🔷 Berbasis BSD
Sangat stabil, digunakan di server high-performance. Contoh: FreeBSD, OpenBSD
🔹 Debian GNU/Linux — Sang Induk Distro
Debian adalah salah satu distribusi Linux tertua dan paling berpengaruh di dunia. Dibuat oleh Ian Murdock pada tahun 1993, Debian dikenal karena stabilitas, keamanan, dan komitmennya terhadap perangkat lunak bebas. Debian menjadi basis bagi banyak distro populer seperti Ubuntu, Linux Mint, Kali Linux, Raspberry Pi OS, dan ratusan distro lainnya.
1993 — Debian 0.01
Ian Murdock merilis versi pertama Debian, memulai tradisi penamaan berdasarkan karakter Toy Story.
2004 — Debian 3.0 "Sarge"
Versi stabil yang banyak digunakan di server, mendukung 11 arsitektur CPU.
2017 — Debian 9 "Stretch"
Membawa peningkatan keamanan dengan TLS 1.3 dan dukungan HTTPS lebih luas di repositori.
2023 — Debian 12 "Bookworm" ✅
Versi yang digunakan dalam praktikum ini. Dukungan firmware non-free resmi, kernel Linux 6.1 LTS, dukungan systemd yang lebih matang.
🔹 Konsep Penting dalam Instalasi Linux
💾
Partisi Disk
Pembagian area harddisk: /, /home, /var, swap
🔒
Root & User
Root = superuser (admin penuh); User biasa = akses terbatas
🌐
Hostname
Identitas unik komputer di jaringan. Contoh: debian0929
🚀
GRUB Bootloader
Program yang memuat OS saat komputer dinyalakan
📦
APT / Package Manager
Sistem manajemen paket Debian untuk install/update software
🔑
SSH Server
Protokol untuk akses remote yang aman ke server Linux
📄 INFORMASI JOB SHEET
Program Keahlian
Mata Pelajaran
Kode Mata Pelajaran
Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi
Jaringan Komputer
12.03/Jarkom/2627
Tingkat / Kelas
Materi Pokok
Alokasi Waktu
XII TJKT 1
Menginstal Sistem Operasi Jaringan
8 × 45 Menit
📸 Foto Siswa
Nama Jobsheet
Tanggal Praktikum
Menginstal Debian GNU/Linux 12
04 Agustus 2026
Nama Siswa
Score Siswa
Muhammad Roid Falih 1050 Teacher
(Diisi oleh Guru)
🎯 I. TUJUAN ▼ Klik untuk membuka
✅ Siswa memahami konsep dan kegunaan Sistem Operasi Jaringan berbasis Linux.
🐧 Siswa mengenal Distribusi Linux Debian GNU/Linux 12 (Bookworm) sebagai sistem operasi jaringan.
🖥️ Siswa mampu membuat Virtual Machine baru pada Oracle VM VirtualBox untuk keperluan instalasi.
🚀 Siswa mampu menginstal Debian GNU/Linux 12 secara mandiri di dalam Virtual Machine dengan benar dan lengkap.
🛠 II. ALAT DAN BAHAN ▼ Klik untuk membuka
📽
LCD Proyektor
💻
PC / Laptop Windows 11
📦
Oracle VM VirtualBox 6.1
🐧
ISO Debian 12.11.0 amd64 netinst
📖
Panduan Instalasi Debian
🛡 III. KESELAMATAN KERJA ▼ Klik untuk membuka
⚡ Menghidupkan PC atau Laptop sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
🔌 Mengatur kabel power serapi mungkin dan memastikan sambungan internet stabil.
👓 Menggunakan kacamata pelindung radiasi bila diperlukan.
💾 Memastikan VM sudah dikonfigurasi dengan benar sebelum memulai instalasi agar tidak perlu mengulang dari awal.
🌐 Memastikan koneksi internet aktif karena proses instalasi akan mengunduh paket dari repositori Debian.
⏻ Mematikan komputer sesuai prosedur yang benar setelah praktikum selesai.
⚙️ IV. LANGKAH KERJA
50 Langkah · Instalasi Debian GNU/Linux 12
A
FASE A — Membuat Virtual Machine Baru (Langkah 1–8)
▼
1
🖥️ Buka Oracle VM VirtualBox Manager
Buka aplikasi Oracle VM VirtualBox Manager. Anda akan melihat VM yang sudah ada (misalnya "roid debian") dalam kondisi Powered Off. Untuk praktikum ini, kita akan membuat VM baru.
Tampilan VirtualBox Manager dengan VM "roid debian" (Powered Off)
2
📝 Buat VM Baru — Name & Operating System
Klik tombol New. Isi Nama:09_29MuhammadRoidFalih, pilih Type: Linux dan Version: Debian (64-bit). Klik Next.
Atur ukuran RAM menjadi 2048 MB (2 GB) untuk performa yang lebih baik saat menjalankan Debian. Jangan alokasikan lebih dari setengah RAM fisik komputer. Klik Next.
Memory Size — Atur RAM VM menjadi 2048 MB
4
💿 Buat Hard Disk Virtual
Pilih "Create a virtual hard disk now" untuk membuat harddisk virtual baru. Klik Create.
Hard Disk — Pilih "Create a virtual hard disk now", klik Create
5
📁 Pilih Tipe File Hard Disk — VDI
Pilih format file VDI (VirtualBox Disk Image) sebagai format native VirtualBox. Klik Next.
Hard Disk File Type — Pilih VDI (VirtualBox Disk Image)
6
📦 Storage on Physical — Dynamically Allocated
Pilih Dynamically allocated agar ruang harddisk fisik digunakan secara bertahap sesuai kebutuhan. Klik Next.
Storage on Physical Hard Disk — Pilih Dynamically Allocated
7
📐 File Location and Size — 32 GB
Atur ukuran hard disk virtual menjadi 32 GB untuk ruang instalasi yang cukup. Nama dan lokasi file bisa dibiarkan default. Klik Create.
File Location and Size — Atur ukuran 32 GB, klik Create
8
✅ VM Baru Berhasil Dibuat
VM 09_29MuhammadRoidFalih berhasil dibuat dan muncul di daftar VirtualBox Manager dalam kondisi Powered Off. VM ini siap dikonfigurasi.
VM "09_29MuhammadRoidFalih" berhasil dibuat (Powered Off)
B
FASE B — Memasang ISO Debian & Konfigurasi VM (Langkah 9–12)
▼
9
💿 Pilih ISO Debian di Optical Disk Selector
Klik kanan VM → Settings → Storage → klik icon CD (Optical Drive) → pilih Choose a disk file. Akan muncul Optical Disk Selector. Pilih file ISO debian-12.11.0-amd64-netinst.iso, klik Choose.
Optical Disk Selector — Pilih debian-12.11.0-amd64-netinst.iso
10
🚀 Select Start-up Disk
Dialog Select start-up disk akan muncul. Pastikan debian-12.11.0-amd64-netinst.iso (670.00 MB) terpilih. Klik Start untuk menyalakan VM dan memulai proses booting dari ISO.
Select start-up disk — Pilih ISO Debian, klik Start
11
⚙️ Settings — Tambah Jumlah Processor menjadi 2 CPU
Sebelum menjalankan VM, masuk ke Settings → System → Processor. Atur jumlah CPU menjadi 2 agar proses instalasi lebih cepat. Klik OK.
Settings → System → Processor — Atur menjadi 2 CPU
12
▶️ Jalankan VM — Booting dari ISO Debian
Klik Start untuk menjalankan VM. VM akan boot dari ISO Debian dan menampilkan menu Debian GNU/Linux installer. Pada layar ini terdapat beberapa opsi: Graphical install, Install, Advanced options, dll.
Menu boot Debian GNU/Linux installer
C
FASE C — Memulai Instalasi Debian (Langkah 13–15)
▼
13
📋 Pilih "Install" (Mode Teks)
Dari menu boot Debian, pilih Install (mode teks) karena kita akan menginstal Debian sebagai server tanpa GUI. Tekan Enter.
Pilih "Install" dari menu boot Debian
14
🌐 Pilih Bahasa Instalasi — Bahasa Indonesia
Pilih bahasa untuk proses instalasi. Pilih Bahasa Indonesia agar lebih mudah dipahami. Tekan Enter.
Pilih bahasa instalasi — Bahasa Indonesia
15
📍 Pilih Lokasi — Indonesia
Pilih lokasi Indonesia dari daftar negara untuk pengaturan zona waktu yang tepat. Tekan Enter.
Pilih lokasi — Indonesia
D
FASE D — Konfigurasi Keyboard & Jaringan (Langkah 16–19)
▼
16
⌨️ Konfigurasi Papan Ketik — Inggris Amerika
Pilih tata letak papan ketik Inggris Amerika (American English) yang merupakan layout keyboard standar. Tekan Enter.
Konfigurasi papan ketik — Pilih Inggris Amerika
17
⏳ Memuat Komponen Tambahan
Installer sedang memuat komponen installer tambahan dari CD. Tunggu hingga proses selesai.
Memuat komponen installer tambahan dari CD
18
🌐 Konfigurasi Jaringan — Hostname
Masukkan nama host (hostname) untuk server Debian. Gunakan nama: debian0929. Hostname ini akan menjadi identitas komputer di jaringan. Klik Lanjutkan.
Konfigurasi jaringan — Hostname: debian0929
19
🌐 Nama Domain — Biarkan Kosong
Untuk nama domain, biarkan kosong karena kita tidak menggunakan domain di lingkungan praktikum. Klik Lanjutkan.
Nama domain — Biarkan kosong, klik Lanjutkan
E
FASE E — Konfigurasi Akun Root & Pengguna (Langkah 20–24)
▼
20
🔑 Atur Kata Sandi Root
Masukkan kata sandi untuk akun root (superuser). Gunakan kata sandi yang kuat dan mudah diingat. Root adalah akun dengan akses penuh ke seluruh sistem. Klik Lanjutkan.
Mengatur pengguna dan kata sandi — Kata sandi root
21
🔑 Verifikasi Kata Sandi Root
Masukkan ulang kata sandi root untuk verifikasi. Pastikan kedua kata sandi sama. Klik Lanjutkan.
Verifikasi kata sandi root — Masukkan ulang kata sandi
22
👤 Buat Akun Pengguna Baru — Nama Lengkap
Masukkan nama lengkap pengguna baru. Akun ini digunakan untuk login sehari-hari (bukan root). Klik Lanjutkan.
Mengatur pengguna — Masukkan nama lengkap pengguna baru
23
👤 Username untuk Akun Baru
Masukkan username (nama login) untuk akun pengguna baru. Gunakan huruf kecil tanpa spasi. Klik Lanjutkan.
Mengatur pengguna — Username untuk akun baru
24
🔐 Atur Kata Sandi Pengguna Baru
Masukkan dan verifikasi kata sandi untuk akun pengguna baru. Klik Lanjutkan.
Mengatur kata sandi pengguna baru
F
FASE F — Konfigurasi Zona Waktu (Langkah 25–26)
▼
25
🕐 Pilih Zona Waktu — WIB
Pilih zona waktu WIB (Waktu Indonesia Barat) yang sesuai dengan lokasi Pati, Jawa Tengah. Tekan Enter.
Mengatur jam — Zona waktu WIB
26
⏳ Mendeteksi Harddisk
Installer sedang mendeteksi harddisk yang tersedia. Tunggu hingga proses deteksi selesai sebelum melanjutkan ke tahap partisi.
Mendeteksi harddisk — Proses deteksi perangkat penyimpanan
G
FASE G — Partisi Hard Disk (Langkah 27–33)
▼
27
💾 Metode Pemartisian — Terpandu, Gunakan Seluruh Harddisk
Pilih metode partisi Terpandu — gunakan seluruh harddisk. Metode ini paling mudah untuk pemula dan cocok untuk praktikum. Tekan Enter.
Metode pemartisian — Pilih Terpandu, gunakan seluruh harddisk
28
📀 Pilih Disk untuk Dipartisi
Pilih SCSI1 (sda) — ATA VBOX HARDDISK: 34.4 GB sebagai disk tujuan partisi. Ini adalah hard disk virtual 32 GB yang sudah dibuat sebelumnya. Tekan Enter.
Pilih disk — SCSI1 (sda) ATA VBOX HARDDISK 34.4 GB
29
📂 Pola Partisi — Semua Berkas di Satu Partisi
Pilih pola partisi Semua berkas di satu partisi (disarankan untuk pengguna baru). Pola ini paling sederhana dan cocok untuk praktikum. Tekan Enter.
Pola partisi — Semua berkas di satu partisi
30
📋 Preview Partisi — Primer & Logical
Installer menampilkan preview partisi yang akan dibuat: partisi primer (ext4) dan partisi swap. Periksa dan pastikan konfigurasi sudah benar.
Preview partisi — Partisi primer (ext4) dan swap
31
📋 Detail Partisi — ext4 & swap
Tampilan detail partisi menunjukkan konfigurasi yang lebih rinci termasuk ukuran dan tipe filesystem untuk setiap partisi.
Detail partisi — ext4 dan swap area
32
✅ Ringkasan Partisi — Selesai & Tulis Perubahan
Akan muncul ringkasan partisi yang menampilkan: partisi primer #1 (ext4, ~33GB) dan partisi swap #5 (1GB). Pilih Selesai mempartisi dan tulis perubahan-perubahannya ke hard disk. Tekan Enter.
Akan muncul konfirmasi "Tuliskan perubahan yang terjadi pada hard disk?". Pilih <Ya> dan tekan Enter. Proses format dan pembuatan partisi akan dimulai.
Konfirmasi penulisan partisi ke hard disk — Pilih <Ya>
H
FASE H — Instalasi Sistem & Konfigurasi Paket (Langkah 34–46)
▼
34
⏳ Memasang Sistem Dasar
Installer akan mulai memasang sistem dasar Debian ke harddisk. Proses ini membutuhkan beberapa menit. Tunggu hingga selesai.
Memasang sistem dasar — Proses penginstalan paket inti Debian
35
💿 Pindai Media Instalasi Tambahan — Tidak
Akan muncul pertanyaan apakah ingin memindai media instalasi tambahan. Pilih <Tidak> karena kita akan mengunduh paket dari internet.
Mengatur pengelola paket — Pindai media tambahan? Pilih <Tidak>
36
🌍 Pilih Negara Cermin Arsip Debian
Dari daftar negara, pilih Indonesia untuk mendapatkan server mirror yang dekat dan cepat. Tekan Enter.
Negara cermin arsip Debian — Pilih Indonesia
37
🌐 Pilih Cermin Arsip Debian
Pilih server cermin (mirror) deb.debian.org yang merupakan server resmi Debian. Tekan Enter.
Cermin arsip Debian — Pilih deb.debian.org
38
🔒 Alamat Proxy HTTP — Biarkan Kosong
Jika jaringan sekolah menggunakan proxy HTTP, masukkan alamat proxy. Jika tidak, biarkan kolom kosong dan langsung pilih <Lanjutkan>.
Alamat proxy HTTP — Kosongkan jika tidak ada proxy, klik Lanjutkan
39
⏳ Menunggu Konfigurasi APT
Installer akan mengonfigurasi APT (Advanced Package Tool) dan menghubungi server cermin untuk mendapatkan daftar paket. Tunggu hingga selesai.
Mengatur APT — Proses pengambilan daftar paket
40
📦 Memilih dan Memasang Perangkat Lunak
Proses memilih dan memasang perangkat lunak dimulai. Paket-paket akan diunduh dari internet. Proses ini membutuhkan waktu yang cukup lama tergantung kecepatan internet.
Memilih dan memasang perangkat lunak — Proses unduhan paket dimulai
41
📊 Survey Penggunaan Paket — Tidak
Akan muncul pertanyaan apakah ingin berpartisipasi dalam survey penggunaan paket Debian (popularity-contest). Untuk praktikum, pilih <Tidak>.
Popularity-contest — Pilih <Tidak>
42
📋 Menu Utama — Memilih dan Memasang Perangkat Lunak
Installer kembali menampilkan Menu Utama Instalasi Debian dengan langkah Memilih dan memasang perangkat lunak sedang aktif. Biarkan proses berlanjut secara otomatis.
Menu Utama Instalasi Debian — Sedang memilih dan memasang perangkat lunak
43
📊 Konfirmasi Popularity Contest
Muncul lagi pertanyaan popularity-contest. Pilih <Tidak> dan tekan Enter untuk melanjutkan ke pemilihan perangkat lunak.
Konfirmasi popularity-contest — Pilih <Tidak>
44
🔧 Pemilihan Perangkat Lunak
Pada layar Pemilihan perangkat lunak, pastikan yang dipilih (ditandai [*]) adalah: SSH server dan Perkakas sistem standar. Jangan pilih desktop environment (GNOME, dll) untuk server. Pilih <Lanjutkan>.
Pemilihan perangkat lunak — Pilih SSH server + Perkakas sistem standar
45
⏳ Mengunduh dan Memasang Paket (21%)
Proses pengunduhan dan pemasangan paket berlanjut. Pada tahap ini ada 136 file yang perlu diunduh. Tunggu dengan sabar — proses ini bergantung pada kecepatan internet.
Mengunduh paket — Sedang proses (21%) - Retrieving file 84 of 136
46
⏳ Mengunduh dan Memasang Paket (83%)
Proses pengunduhan hampir selesai (83%). Biarkan proses berlanjut hingga 100% tanpa mengganggu VM.
Mengunduh paket — Hampir selesai (83%) - Configuring ca-certificates
I
FASE I — Pemasangan Boot Loader GRUB (Langkah 47–48)
▼
47
🚀 Pasang Boot Loader GRUB — Pilih <Ya>
Akan muncul konfirmasi untuk memasang GRUB bootloader pada hard disk utama. GRUB adalah program yang memuat OS saat komputer dinyalakan. Pilih <Ya> dan tekan Enter.
Mengonfigurasi grub-pc — Pasang GRUB di hard disk utama? Pilih <Ya>
48
🖴 Pilih Piranti Pemasangan GRUB — /dev/sda
Pilih piranti (device) untuk memasang GRUB. Pilih /dev/sda (ata-VBOX_HARDDISK_...) — ini adalah hard disk virtual utama VM. Tekan Enter.
🎉 Instalasi Selesai — Klik <Lanjutkan> untuk Reboot
Akan muncul pesan Instalasi selesai! yang menyatakan bahwa instalasi Debian berhasil. Pilih <Lanjutkan> untuk merestart VM dan boot ke sistem Debian yang baru terinstal.
Menyelesaikan instalasi — "Instalasi selesai" — Klik <Lanjutkan> untuk reboot
50
✅ Login ke Terminal Debian GNU/Linux 12
Setelah reboot, VM akan boot langsung ke terminal Debian GNU/Linux 12. Akan muncul prompt login: debian0929 login:. Masukkan username root lalu tekan Enter, kemudian masukkan kata sandi root. Instalasi berhasil! 🎉
Linux debian0929 6.1.0-51-amd64 #1 SMP PREEMPT_DYNAMIC Debian 6.1.177-1
root@debian0929:~#
❓ V. PERTANYAAN ▼ Klik untuk membuka
① Apa yang dimaksud dengan Sistem Operasi Jaringan? Sebutkan 3 contohnya!
② Jelaskan perbedaan antara pilihan "Install" dan "Graphical install" pada menu Debian installer!
③ Apa fungsi nama host (hostname) pada instalasi Debian? Apa syarat penulisan hostname yang benar?
④ Jelaskan perbedaan antara akun root dan akun pengguna biasa di Linux!
⑤ Sebutkan dan jelaskan 3 metode pemartisian yang tersedia pada instalasi Debian!
⑥ Sebutkan 3 pola partisi yang tersedia. Pola mana yang dipilih dan mengapa?
⑦ Apa fungsi cermin arsip Debian (Debian mirror) dan mengapa kita memilih deb.debian.org?
⑧ Jelaskan apa itu GRUB bootloader dan mengapa harus dipasang pada /dev/sda!
⑨ Mengapa kita memilih "SSH server" pada pemilihan perangkat lunak? Apa kegunaannya untuk server Debian?
⑩ Setelah instalasi selesai dan VM di-reboot, bagaimana cara memverifikasi bahwa Debian GNU/Linux 12 berhasil terinstal?
📝 VI. JAWABAN PERTANYAAN ▼ Klik untuk membuka
① Sistem Operasi Jaringan
Sistem Operasi Jaringan (NOS) adalah perangkat lunak yang dirancang khusus untuk mengelola sumber daya jaringan komputer dan menyediakan layanan kepada pengguna atau komputer lain yang terhubung. NOS memungkinkan berbagi file, printer, manajemen pengguna terpusat, layanan DHCP, DNS, web server, dan lainnya. Contoh: Debian GNU/Linux, Ubuntu Server, Windows Server 2022.
② Install vs Graphical Install
Install menggunakan antarmuka berbasis teks (command-line), lebih ringan, cocok untuk server tanpa GUI, dan berjalan lebih cepat. Graphical Install menggunakan antarmuka grafis dengan mouse support, lebih mudah bagi pemula, namun membutuhkan lebih banyak sumber daya. Untuk server Debian, mode Install (teks) lebih direkomendasikan.
③ Fungsi Hostname
Hostname adalah nama unik yang mengidentifikasi sebuah komputer/server di dalam jaringan. Hostname digunakan untuk komunikasi antar komputer, resolusi nama di DNS, dan identifikasi pada sistem logging. Syarat hostname yang benar: hanya menggunakan huruf, angka, dan tanda hubung (-); tidak boleh dimulai atau diakhiri tanda hubung; tidak boleh mengandung spasi atau karakter khusus. Contoh benar: debian0929, server-lab.
④ Root vs Pengguna Biasa
Akun root (superuser) memiliki akses penuh ke seluruh sistem, dapat menginstal/menghapus software, mengubah konfigurasi sistem, dan mengelola pengguna lain. Akun pengguna biasa hanya memiliki akses terbatas pada direktori home-nya sendiri, tidak dapat mengubah file sistem, dan perlu perintah sudo untuk menjalankan perintah administratif. Penggunaan root disarankan hanya untuk keperluan administrasi.
⑤ Metode Pemartisian
Terpandu — gunakan seluruh harddisk: Installer otomatis membuat partisi standar pada seluruh harddisk. Cocok untuk pemula.
Terpandu — gunakan seluruh harddisk dan setel LVM: Seperti di atas tapi menggunakan LVM (Logical Volume Manager) untuk fleksibilitas pengelolaan partisi.
Manual: Pengguna mengonfigurasi sendiri setiap partisi sesuai kebutuhan. Cocok untuk pengguna tingkat lanjut.
⑥ Pola Partisi
Semua berkas di satu partisi: Semua direktori (/, /home, /var, dll) dalam satu partisi root. Disarankan untuk pemula. ✅ Dipilih dalam praktikum.
Partisi /home yang terpisah: Memisahkan data pengguna (/home) dari sistem OS. Memudahkan upgrade OS tanpa kehilangan data.
Partisi /home, /var, dan /tmp terpisah: Paling aman untuk server karena mencegah log/temp menghabiskan ruang sistem.
Kami memilih "Semua berkas di satu partisi" karena lebih sederhana dan cocok untuk lingkungan praktikum.
⑦ Cermin Arsip Debian (Debian Mirror)
Cermin arsip Debian (mirror) adalah salinan repositori resmi Debian yang dihosting di berbagai server di seluruh dunia. Tujuannya adalah mempercepat pengunduhan paket dengan memilih server yang paling dekat secara geografis. Kami memilih deb.debian.org karena ini adalah CDN resmi Debian yang secara otomatis mengarahkan ke server tercepat berdasarkan lokasi pengguna, sehingga tidak perlu menebak mirror mana yang tercepat.
⑧ GRUB Bootloader
GRUB (GRand Unified Bootloader) adalah program bootloader yang berjalan pertama kali saat komputer dinyalakan. Fungsinya: memuat kernel Linux ke memori dan menjalankan sistem operasi. GRUB dipasang pada /dev/sda (Master Boot Record atau EFI partition) karena /dev/sda adalah hard disk utama (boot disk) yang dibaca pertama kali oleh BIOS/UEFI saat komputer menyala. Tanpa GRUB di /dev/sda, komputer tidak akan bisa menemukan dan memuat OS Debian.
⑨ SSH Server
SSH (Secure Shell) server dipilih karena merupakan komponen utama untuk mengelola server Linux dari jarak jauh. Dengan SSH server, administrator dapat: mengakses terminal server secara aman melalui jaringan, mengelola file, menjalankan perintah, mengonfigurasi layanan — semua tanpa harus berada di depan server secara fisik. SSH menggunakan enkripsi untuk melindungi komunikasi. Untuk server jaringan, SSH adalah keharusan.
⑩ Verifikasi Instalasi Berhasil
Setelah reboot, verifikasi bahwa instalasi berhasil dengan cara: (1) VM boot langsung ke terminal login Debian tanpa error; (2) Muncul teks "Debian GNU/Linux 12 [hostname] tty1" di atas prompt login; (3) Berhasil login menggunakan username root dan kata sandi yang dibuat saat instalasi; (4) Muncul prompt root@debian0929:~# yang menandakan sistem siap digunakan.
🎓 Praktikum Selesai
Selamat! Debian GNU/Linux 12 (Bookworm) berhasil diinstal pada Virtual Machine. Semoga materi ini dapat membantu memahami konsep Sistem Operasi Jaringan dengan baik.