JARINGAN KOMPUTER
Menginstal Debian GNU/Linux 12 pada Virtual Machine
Sistem Operasi Jaringan (Network Operating System / NOS) adalah perangkat lunak yang dirancang khusus untuk mengelola, mengatur, dan mendukung sumber daya jaringan komputer. Berbeda dengan OS desktop biasa, NOS menyediakan layanan jaringan seperti file sharing, print sharing, manajemen pengguna terpusat, keamanan jaringan, DHCP, DNS, web server, dan berbagai layanan jaringan lainnya.
Sistem Operasi Jaringan menjadi tulang punggung infrastruktur IT modern, mulai dari sekolah, perusahaan, hingga pusat data (data center) skala besar.
Open source, stabil, aman, dan gratis. Contoh: Debian, Ubuntu Server, CentOS, RHEL, Rocky Linux
Berbayar, GUI lengkap, integrasi Active Directory. Contoh: Windows Server 2019, 2022
Sangat stabil, digunakan di server high-performance. Contoh: FreeBSD, OpenBSD
Debian adalah salah satu distribusi Linux tertua dan paling berpengaruh di dunia. Dibuat oleh Ian Murdock pada tahun 1993, Debian dikenal karena stabilitas, keamanan, dan komitmennya terhadap perangkat lunak bebas. Debian menjadi basis bagi banyak distro populer seperti Ubuntu, Linux Mint, Kali Linux, Raspberry Pi OS, dan ratusan distro lainnya.
| Program Keahlian | Mata Pelajaran | Kode Mata Pelajaran |
|---|---|---|
| Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi | Jaringan Komputer | 12.03/Jarkom/2627 |
| Tingkat / Kelas | Materi Pokok | Alokasi Waktu |
| XII TJKT 1 | Menginstal Sistem Operasi Jaringan | 8 × 45 Menit |
|
📸 Foto Siswa
|
Nama Jobsheet | Tanggal Praktikum |
| Menginstal Debian GNU/Linux 12 | 04 Agustus 2026 | |
| Nama Siswa | Score Siswa | |
| Muhammad Roid Falih 1050 Teacher |
(Diisi oleh Guru) |
🎯 I. TUJUAN ▼ Klik untuk membuka
🛠 II. ALAT DAN BAHAN ▼ Klik untuk membuka
🛡 III. KESELAMATAN KERJA ▼ Klik untuk membuka
A FASE A — Membuat Virtual Machine Baru (Langkah 1–8) ▼
B FASE B — Memasang ISO Debian & Konfigurasi VM (Langkah 9–12) ▼
C FASE C — Memulai Instalasi Debian (Langkah 13–15) ▼
D FASE D — Konfigurasi Keyboard & Jaringan (Langkah 16–19) ▼
E FASE E — Konfigurasi Akun Root & Pengguna (Langkah 20–24) ▼
F FASE F — Konfigurasi Zona Waktu (Langkah 25–26) ▼
G FASE G — Partisi Hard Disk (Langkah 27–33) ▼
H FASE H — Instalasi Sistem & Konfigurasi Paket (Langkah 34–46) ▼




I FASE I — Pemasangan Boot Loader GRUB (Langkah 47–48) ▼
J FASE J — Instalasi Selesai & Verifikasi (Langkah 49–50) ▼
debian0929 login:. Masukkan username root lalu tekan Enter, kemudian masukkan kata sandi root. Instalasi berhasil! 🎉❓ V. PERTANYAAN ▼ Klik untuk membuka
📝 VI. JAWABAN PERTANYAAN ▼ Klik untuk membuka
Sistem Operasi Jaringan (NOS) adalah perangkat lunak yang dirancang khusus untuk mengelola sumber daya jaringan komputer dan menyediakan layanan kepada pengguna atau komputer lain yang terhubung. NOS memungkinkan berbagi file, printer, manajemen pengguna terpusat, layanan DHCP, DNS, web server, dan lainnya. Contoh: Debian GNU/Linux, Ubuntu Server, Windows Server 2022.
Install menggunakan antarmuka berbasis teks (command-line), lebih ringan, cocok untuk server tanpa GUI, dan berjalan lebih cepat. Graphical Install menggunakan antarmuka grafis dengan mouse support, lebih mudah bagi pemula, namun membutuhkan lebih banyak sumber daya. Untuk server Debian, mode Install (teks) lebih direkomendasikan.
Hostname adalah nama unik yang mengidentifikasi sebuah komputer/server di dalam jaringan. Hostname digunakan untuk komunikasi antar komputer, resolusi nama di DNS, dan identifikasi pada sistem logging. Syarat hostname yang benar: hanya menggunakan huruf, angka, dan tanda hubung (-); tidak boleh dimulai atau diakhiri tanda hubung; tidak boleh mengandung spasi atau karakter khusus. Contoh benar: debian0929, server-lab.
Akun root (superuser) memiliki akses penuh ke seluruh sistem, dapat menginstal/menghapus software, mengubah konfigurasi sistem, dan mengelola pengguna lain. Akun pengguna biasa hanya memiliki akses terbatas pada direktori home-nya sendiri, tidak dapat mengubah file sistem, dan perlu perintah sudo untuk menjalankan perintah administratif. Penggunaan root disarankan hanya untuk keperluan administrasi.
- Terpandu — gunakan seluruh harddisk: Installer otomatis membuat partisi standar pada seluruh harddisk. Cocok untuk pemula.
- Terpandu — gunakan seluruh harddisk dan setel LVM: Seperti di atas tapi menggunakan LVM (Logical Volume Manager) untuk fleksibilitas pengelolaan partisi.
- Manual: Pengguna mengonfigurasi sendiri setiap partisi sesuai kebutuhan. Cocok untuk pengguna tingkat lanjut.
- Semua berkas di satu partisi: Semua direktori (/, /home, /var, dll) dalam satu partisi root. Disarankan untuk pemula. ✅ Dipilih dalam praktikum.
- Partisi /home yang terpisah: Memisahkan data pengguna (/home) dari sistem OS. Memudahkan upgrade OS tanpa kehilangan data.
- Partisi /home, /var, dan /tmp terpisah: Paling aman untuk server karena mencegah log/temp menghabiskan ruang sistem.
Kami memilih "Semua berkas di satu partisi" karena lebih sederhana dan cocok untuk lingkungan praktikum.
Cermin arsip Debian (mirror) adalah salinan repositori resmi Debian yang dihosting di berbagai server di seluruh dunia. Tujuannya adalah mempercepat pengunduhan paket dengan memilih server yang paling dekat secara geografis. Kami memilih deb.debian.org karena ini adalah CDN resmi Debian yang secara otomatis mengarahkan ke server tercepat berdasarkan lokasi pengguna, sehingga tidak perlu menebak mirror mana yang tercepat.
GRUB (GRand Unified Bootloader) adalah program bootloader yang berjalan pertama kali saat komputer dinyalakan. Fungsinya: memuat kernel Linux ke memori dan menjalankan sistem operasi. GRUB dipasang pada /dev/sda (Master Boot Record atau EFI partition) karena /dev/sda adalah hard disk utama (boot disk) yang dibaca pertama kali oleh BIOS/UEFI saat komputer menyala. Tanpa GRUB di /dev/sda, komputer tidak akan bisa menemukan dan memuat OS Debian.
SSH (Secure Shell) server dipilih karena merupakan komponen utama untuk mengelola server Linux dari jarak jauh. Dengan SSH server, administrator dapat: mengakses terminal server secara aman melalui jaringan, mengelola file, menjalankan perintah, mengonfigurasi layanan — semua tanpa harus berada di depan server secara fisik. SSH menggunakan enkripsi untuk melindungi komunikasi. Untuk server jaringan, SSH adalah keharusan.
Setelah reboot, verifikasi bahwa instalasi berhasil dengan cara: (1) VM boot langsung ke terminal login Debian tanpa error; (2) Muncul teks "Debian GNU/Linux 12 [hostname] tty1" di atas prompt login; (3) Berhasil login menggunakan username root dan kata sandi yang dibuat saat instalasi; (4) Muncul prompt root@debian0929:~# yang menandakan sistem siap digunakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar